Manusiasenayan.id – Kalau ngomongin perjalanan seorang politisi, ceritanya nggak selalu dimulai dari panggung kampanye atau kursi parlemen. Ada yang berangkat dari dunia pendidikan, aktif berorganisasi, sampai akhirnya terjun langsung ke pemerintahan. Nah, perjalanan Drs. H. Mohd. Iqbal Romzi, kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), punya alur yang menarik buat disimak.

Sebelum dikenal sebagai anggota DPR RI, Iqbal Romzi lebih dulu berkecimpung di dunia akademik. Ia tercatat pernah menjadi dosen di IAIN Raden Fatah pada periode 1987–2004. Pengalaman selama belasan tahun di lingkungan kampus ini menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya sebelum masuk ke dunia politik praktis.

Berangkat dari Kampus, Lanjut ke Dunia Politik

Kalau ditarik ke belakang, latar belakang pendidikan Iqbal Romzi berkaitan erat dengan bidang keislaman. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri pada 1967–1972, kemudian melanjutkan ke MTs PPRU Sakatiga pada 1972–1975 dan MA PPRU Sakatiga pada 1975–1978.

Perjalanan akademiknya berlanjut di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan mengambil bidang Syari’ah, konsentrasi Tafsir Hadis. Ia tercatat menyelesaikan pendidikan sarjana muda pada 1979–1983 dan melanjutkan pendidikan di bidang yang sama hingga 1987.

Latar belakang tersebut memberi gambaran tentang fondasi pendidikan yang ia tempuh sebelum menjalani karier sebagai pengajar dan politisi. Perpaduan pengalaman akademik dan organisasi menjadi bagian dari perjalanan panjangnya di ruang publik.

Dari DPRD Sumsel sampai Kursi DPR RI

Perjalanan Iqbal Romzi di dunia politik mulai terlihat ketika ia menjadi anggota DPRD Sumatera Selatan pada periode 2004–2009. Ia kemudian dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sumatera Selatan periode 2009–2014.

Setelah berkiprah di tingkat daerah, langkahnya berlanjut ke parlemen nasional. Pada periode 2014–2019, ia tercatat menjadi anggota DPR RI dari Fraksi PKS. Ia juga bertugas di Komisi VIII DPR RI dan Badan Anggaran.

Komisi VIII sendiri membidangi sejumlah isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari urusan agama, sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, hingga penanggulangan bencana. Sementara itu, Badan Anggaran berperan dalam pembahasan anggaran negara bersama pemerintah.

Dua penugasan tersebut memperlihatkan bahwa kiprahnya di parlemen mencakup isu kebijakan sektoral sekaligus pembahasan anggaran. Meski begitu, penilaian terhadap kinerjanya tentu perlu didukung catatan aktivitas, kontribusi kebijakan, dan hasil kerja yang bisa diverifikasi.

Aktif Berorganisasi, Bukan Cuma di Parlemen

Di luar pekerjaan formal, Iqbal Romzi juga punya riwayat keterlibatan dalam berbagai organisasi. Ia tercatat pernah menjadi anggota HMI Yogyakarta pada 1979–1989 dan terlibat dalam IKPM Sumsel pada 1979–1987.

Keterlibatannya berlanjut melalui KAHMI Sumsel sejak 1989. Ia juga tercatat sebagai pembina Yayasan Menara Fitrah Indralaya sejak 2010, penasihat BKPRMI Sumsel pada 2019–2023, serta Dewan Pembina JSIT Indonesia wilayah Sumatera Selatan untuk periode 2022–2026.

Deretan pengalaman tersebut menunjukkan keterlibatannya dalam lingkungan organisasi kemahasiswaan, alumni, pendidikan, dan kegiatan sosial-keagamaan. Organisasi menjadi salah satu ruang yang ikut mewarnai perjalanan panjangnya di luar jabatan pemerintahan.

Jabatan Boleh Berganti, Rekam Jejak Tetap Jadi Sorotan

Dalam data aktivitas kelembagaan, Iqbal Romzi juga tercatat pernah terlibat dalam Komisi VIII, Mahkamah Kehormatan Dewan, dan panitia khusus. Masing-masing memiliki fungsi berbeda dalam mendukung kerja parlemen.

Buat generasi muda, mengenal sosok wakil rakyat bukan sekadar menghafal nama, partai, atau jabatan. Yang nggak kalah penting adalah memahami perjalanan kariernya, pengalaman yang dibawa, serta kontribusi yang benar-benar bisa dilihat publik.

Perjalanan Iqbal Romzi dari dunia akademik, DPRD Sumatera Selatan, hingga DPR RI memperlihatkan lintasan karier yang panjang. Pada akhirnya, rekam jejak bukan cuma soal berapa lama seseorang duduk di jabatan publik, tetapi juga bagaimana pengalaman itu diterjemahkan menjadi kerja yang bermanfaat bagi masyarakat.