Manusiasenayan.id – Potensi industri di daerah jangan sampai cuma jadi modal di atas kertas. Pemerintah pusat perlu ikut turun tangan supaya kawasan industri bisa berkembang maksimal dan membawa dampak nyata bagi ekonomi masyarakat. Hal ini ditegaskan Anggota Komisi VII DPR RI, Nila Yani Hardiyanti, saat membahas pengembangan industri di Sulawesi Selatan.

Pernyataan tersebut disampaikan Nila dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (9/10/2026). Dalam agenda ini, DPR RI membahas sejumlah hal penting, mulai dari RUU Kawasan Industri hingga RUU Desain Industri.

Menurut Nila, Sulawesi Selatan punya potensi besar untuk menjadi salah satu motor penggerak industri di Indonesia Timur. Apalagi, beberapa kawasan industri di provinsi ini sudah beroperasi. Artinya, peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah masih terbuka lebar.

“Saat ini Komisi VII sedang membahas mengenai Rancangan Undang-Undang Kawasan Industri, dan Sulawesi Selatan (dinilai) memiliki beberapa kawasan industri yang sudah beroperasi,” ungkap Nila.

Namun, pengembangan kawasan industri nggak cukup hanya bermodal lokasi dan investasi. Ada sejumlah hal mendasar yang perlu dibereskan agar aktivitas industri bisa berjalan lancar. Mulai dari kepastian status kawasan, perencanaan tata ruang, sampai kesiapan infrastruktur pendukung.

Nila menegaskan, Komisi VII ingin melihat langsung kondisi di lapangan supaya kebijakan yang sedang dibahas benar-benar sesuai dengan kebutuhan daerah.

“Kami ingin mendapatkan gambaran singkat terkait dengan kondisi kepastian status kawasan saat ini. Mengenai perencanaan tata ruang, hingga pembangunan infrastruktur pendukung,” tegas politisi Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Selain RUU Kawasan Industri, Komisi VII juga menyoroti RUU Desain Industri. Pembahasan ini menjadi bagian dari langkah memperkuat sektor industri nasional sekaligus membuka ruang bagi daerah untuk menyampaikan kebutuhan dan tantangan yang mereka hadapi.

Dengan menyerap masukan langsung dari daerah, regulasi yang disusun diharapkan nggak sekadar bagus di atas kertas, tetapi juga bisa diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi perkembangan industri.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyambut baik kunjungan Komisi VII DPR RI. Menurutnya, Sulawesi Selatan punya posisi strategis sebagai salah satu pusat pergerakan ekonomi di kawasan Indonesia Timur.

“Memang sudah sepantasnya kalau Sulawesi Selatan ada program kegiatan yang bisa menjadi platform standar untuk Indonesia di bagian Timur,” ujar Andi.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Sulawesi Selatan punya peluang untuk mengambil peran lebih besar dalam pengembangan industri di kawasan timur Indonesia.

Lewat kunjungan ini, Komisi VII DPR RI dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan diharapkan makin solid dalam menyusun kebijakan industri yang sesuai dengan potensi daerah. Targetnya bukan cuma menarik investasi, tetapi juga membangun industri yang kompetitif, membuka peluang ekonomi, dan mendorong pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.