Manusiasenayan.id – Kalau ada politisi yang bisa dibilang tumbuh bareng hutan Indonesia, nama Darori Wonodipuro layak masuk daftar teratas. Di tengah banyaknya politisi yang datang dari dunia bisnis atau partai, Darori punya jalur yang berbeda. Sebelum duduk di kursi DPR RI, ia sudah lebih dulu menghabiskan puluhan tahun hidupnya mengurus hutan, konservasi alam, hingga rehabilitasi lahan di berbagai daerah di Indonesia.

Lahir di Kebumen, Jawa Tengah, Darori memulai pendidikan dari Sekolah Rakyat Petanahan sebelum melanjutkan ke SMP Negeri III Kebumen dan SMA Negeri VI Yogyakarta. Ketertarikannya terhadap lingkungan kemudian membawanya masuk Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1974 dan lulus pada 1979. Tak berhenti di sana, ia juga meraih gelar Magister Manajemen dari Universitas Sumatera Utara pada 2000.

Kariernya dimulai dari bawah. Tahun 1980 ia menjadi tenaga harian di Direktorat Jenderal Kehutanan. Setahun kemudian, Darori hijrah ke Sumatera Utara dan meniti karier sebagai Kasi Reboisasi dan Rehabilitasi Dinas Kehutanan. Dari sana, kariernya terus menanjak. Ia pernah menjadi Kepala Cabang Dinas Kehutanan, Kepala Dinas Kehutanan Sumatera Utara, Kepala Kantor Wilayah Kehutanan Sumut, hingga dipercaya memegang sejumlah jabatan strategis di Departemen Kehutanan.

Puncak karier birokrasinya datang ketika ia dipercaya sebagai Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) periode 2007-2014, sebuah posisi yang membuatnya berada di garis depan dalam menjaga kawasan konservasi dan kekayaan hayati Indonesia. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Dirjen Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial (RLPS) yang fokus pada pemulihan kawasan hutan dan pemberdayaan masyarakat.

Pengabdiannya yang panjang di sektor kehutanan membuat Darori menerima berbagai penghargaan nasional. Di antaranya Satyalancana Karya Satya 20 Tahun dan Satyalancana Karya Satya 30 Tahun dari Presiden Republik Indonesia, penghargaan yang diberikan kepada aparatur negara dengan dedikasi panjang dan konsisten. Ia juga menerima gelar kehormatan Kerabat Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat pada 2007.

Di luar birokrasi, Darori juga aktif berorganisasi. Saat mahasiswa, ia pernah menjadi pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa UGM. Kiprahnya berlanjut di berbagai organisasi alumni, termasuk menjadi Ketua Alumni Fakultas Kehutanan UGM dan Ketua Umum Alumni UGM Sumatera Utara. Ia juga tercatat sebagai Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama.

Kini, sebagai anggota DPR RI Fraksi Gerindra dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VII dan bertugas di Komisi IV DPR RI, Darori membawa pengalaman teknokratis yang jarang dimiliki banyak legislator. Isu pertanian, kehutanan, konservasi, lingkungan hidup, hingga ketahanan pangan menjadi bidang yang paling dekat dengan perjalanan hidupnya.

Bagi Darori, hutan bukan hanya soal pohon dan kawasan hijau. Hutan adalah ruang hidup masyarakat, sumber ekonomi, sekaligus warisan yang harus dijaga untuk generasi berikutnya. Dari lereng hutan Sumatera hingga ruang rapat Senayan, satu hal yang tidak berubah: komitmennya untuk menjaga alam Indonesia dan memperjuangkan kepentingan rakyat.