Manusiasenayan.id – Kalau nama Jamal Mirdad disebut, yang kepikiran pertama mungkin bukan ruang rapat DPR. Maklum, jauh sebelum sibuk di Senayan, doi sudah lebih dulu wara-wiri di dunia hiburan.

Dari nyanyi, main film, sampai akhirnya terjun ke politik, perjalanan Jamal bisa dibilang nggak cuma pindah jalur. Ini mah pindah dunia, Guys.

Jamal lahir di Kudus, Jawa Tengah, 7 Mei 1960. Riwayat pendidikannya dimulai dari SD Negeri Jepara, lalu berlanjut ke SMP Muhammadiyah 13. Pada 2003–2006, ia menempuh pendidikan SMA Paket C di PKBM Santika.

Jalannya mungkin nggak lurus-lurus amat, tapi justru di situ menariknya.

Sebelum Senayan, Panggung Dulu Dong

Jauh sebelum kenal palu sidang dan rapat komisi, Jamal sudah berkarier sebagai artis sejak 1980.

Namanya kemudian dikenal luas sebagai penyanyi sekaligus aktor. Salah satu pencapaian paling kece datang pada 1992. Lewat perannya dalam film Ramadhan dan Ramona, Jamal berhasil membawa pulang Piala Citra sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik.

Jadi sebelum punya cerita panjang di politik, lemari prestasinya sudah lebih dulu kedatangan penghargaan bergengsi perfilman Indonesia.

Plot twist kariernya datang ketika Jamal memilih masuk politik bersama Partai Gerindra.

Mikrofon Turun, Palu Sidang Naik

Pada Pemilu 2009, Jamal berhasil melenggang ke DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah I. Ia kemudian menjalani periode pertamanya sebagai anggota DPR RI 2009–2014.

Ternyata satu periode belum cukup.

Jamal kembali menjadi anggota DPR RI untuk periode 2014–2019. Artinya, sekitar satu dekade ia sudah merasakan dinamika politik dan kehidupan parlemen.

Setelah sempat nggak berkantor di Senayan, Jamal akhirnya comeback pada 2025.

Ia dilantik sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029 melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW), menggantikan Sugiono yang dipercaya menjadi Menteri Luar Negeri dalam Kabinet Merah Putih.

Kalau bahasa tongkrongannya: abang satu ini balik lagi ke Senayan.

Sekarang Nongkrongnya di Komisi VII

Di DPR RI, Jamal tercatat bertugas di Komisi VII.

Komisi ini punya ruang lingkup kerja yang bersinggungan dengan perindustrian, UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, serta penyiaran. Buat Jamal yang puluhan tahun berkecimpung di industri hiburan, bidang ekonomi kreatif dan penyiaran jelas bukan dunia yang benar-benar asing.

Perjalanan Jamal Mirdad akhirnya punya warna yang cukup unik.

Pendidikan ditempuh dengan jalannya sendiri, jadi artis sejak 1980, menang Piala Citra, lalu berkali-kali masuk DPR.

Dari panggung hiburan sampai gedung parlemen, satu hal yang jelas: Jamal sudah lama hidup di depan publik.

Bedanya, dulu pegang mikrofon buat nyanyi. Sekarang mikrofonnya dipakai buat rapat di Senayan.