Manusiasenayan.id – Lagu anak Indonesia lagi dikasih panggung buat bersinar! Lewat Pentas Kita Cinta Lagu Anak Indonesia (KILA) 2026, Kementerian Kebudayaan ngajak anak-anak dari berbagai daerah buat unjuk bakat sekaligus mengenalkan budaya Indonesia lewat musik.
Pentas ini digelar di Amfiteater Taman Bendera Pusaka, Kebayoran Baru, Jakarta. Acaranya jadi bagian dari rangkaian puncak KILA 2026 yang mempertemukan anak-anak berbakat, termasuk para pemenang lomba dari berbagai daerah di Indonesia.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon bilang, lagu anak bukan sekadar musik buat nemenin waktu bermain. Lagu juga bisa jadi cara seru buat mengenalkan bahasa, budaya, dan nilai-nilai positif sejak dini.
Menurut Fadli, lirik dan rima yang sederhana bikin lagu anak lebih gampang dipahami sekaligus membangun kedekatan emosional dengan pendengarnya.
“Lagu anak-anak merupakan satu perpaduan dari kesederhanaan, rimanya sederhana, dan ada koneksi emosi yang dijalin untuk memberikan pengenalan awal terhadap bahasa dan budaya, serta terutama untuk kesenangan dan kebahagiaan anak-anak,” kata Fadli dalam keterangannya, Senin (28/9/2026).
Dia juga menilai lagu anak bisa jadi media buat mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda. Makanya, karya yang dekat dengan kehidupan anak perlu terus dikembangkan, bukan cuma buat hiburan, tetapi juga buat membangun karakter.
Lewat KILA, Kementerian Kebudayaan berupaya menghidupkan lagi lagu anak Indonesia yang punya pesan positif, mendidik, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Dari Lagu Dolanan sampai Cinta Indonesia
Panggung KILA 2026 diisi berbagai penampilan dari Duta KILA. Mereka membawakan medley lagu dolanan, seperti Ayo Jujur, Main Petak Umpet, dan Sinau.
Suasananya berlanjut lewat lagu-lagu tentang persahabatan, seperti Cinta Semua Temanku, Berteman Itu Indah, dan Kita Pasti Bisa. Ada juga lagu yang mengajak anak-anak mengenal keberagaman dan mencintai Tanah Air, mulai dari Bersatu Dalam Perbedaan, Indonesia Kaya, hingga Tujuh Kebiasaan Hebatku.
Nggak cuma itu, karya para finalis Lomba Cipta Lagu Anak 2026 juga ikut meramaikan pertunjukan. Jadi, panggung ini bukan sekadar tempat tampil, tetapi juga ruang buat memperkenalkan karya baru dari anak-anak Indonesia.
Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan, Irini Dewi Wanti, turut mengapresiasi semua pihak yang mendukung KILA 2026. Mulai dari para juri, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, sampai orang tua peserta.
Irini berharap KILA bisa terus berkembang dan membuka lebih banyak kesempatan buat anak-anak menunjukkan kreativitasnya.
Ratusan Anak Adu Bakat di KILA 2026
Perjalanan KILA 2026 dimulai dari pendaftaran pada 22 Juni hingga 12 September 2026. Dari 971 pendaftar baru, sebanyak 814 peserta tercatat sebagai pendaftar resmi.
Rinciannya, ada 168 peserta yang mengikuti Lomba Cipta Lagu dan 646 peserta yang mengikuti Lomba Menyanyi Lagu Anak. Kedua kategori ini menyasar kelompok usia 5–13 tahun.
Setelah melewati proses kurasi, panitia memilih enam lagu terbaik dan 30 peserta terbaik untuk kategori menyanyi. Para peserta terpilih kemudian mengikuti audisi secara hibrida pada 26 September 2026 buat menentukan pemenang.
Di kategori cipta lagu, Jaga Bumi Kita karya Michael Soerjonoto, Joan Mercy T, dan Ignatius Marvin K berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Jaga Bumi karya Ari Fatmawati, sedangkan Payung Raksasa karya Alan Wijanarko meraih posisi ketiga. Sementara itu, Kerbau Lucu karya Alfian Ghoffar Alam terpilih sebagai juara favorit.
Untuk kategori menyanyi, Jolly Jeanne dari Kalimantan Barat membawa pulang juara pertama. Putu Pradnya Ananta Putra dari Bali meraih juara kedua, disusul Naiya Naqqiya dari DI Yogyakarta di posisi ketiga. Adapun kategori favorit dimenangkan Ilona Zea Karaleah dari DKI Jakarta.
Duta KILA, Dari Panggung Lokal ke Internasional
KILA bukan program yang baru muncul kemarin sore. Program tahunan Kementerian Kebudayaan ini sudah berjalan sejak 2020. Selain lomba dan pentas, KILA juga menghadirkan Akademi KILA serta lokakarya untuk tenaga pengajar atau guru pada 2025.
Sejak pertama digelar, program ini telah melahirkan 36 Duta KILA yang tersebar di berbagai provinsi. Sejumlah Duta KILA bahkan berhasil menorehkan prestasi di tingkat internasional.
Prestasi tersebut mencakup gelar juara San Remo Junior 2025, penampilan dalam pergelaran seriosa di Kedutaan Besar Austria, serta kesempatan mewakili Indonesia dalam V International Children’s Cultural Forum 2026 di Moskow, Rusia.
Pentas KILA 2026 turut dihadiri perwakilan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta jajaran Kementerian Kebudayaan. Beberapa pejabat yang hadir antara lain Inspektur Jenderal Kementerian Kebudayaan Fryda Lucyana dan Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra.
Lewat KILA, pemerintah berusaha bikin lagu anak Indonesia tetap punya tempat di tengah perkembangan zaman. Harapannya, makin banyak anak yang berani berkarya, mengenal budayanya sendiri, dan menunjukkan bakat sampai ke panggung yang lebih luas.
