Manusiasenayan.id – Kalau politik identik dengan ruang rapat dan tumpukan dokumen, Marlyn Maisarah justru punya cara pandang berbeda. Bagi perempuan kelahiran 18 Mei 1980 ini, tugas seorang anggota DPR dimulai ketika ia turun langsung ke masyarakat, mendengar keluhan mereka, lalu membawa persoalan itu ke meja parlemen.

Kini, Marlyn Maisarah dipercaya menjadi Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Gerindra periode 2024–2029, mewakili Daerah Pemilihan Jawa Barat V (Kabupaten Bogor). Amanah tersebut diraih setelah memperoleh 82.478 suara pada Pemilu Legislatif 2024, sebuah bukti kepercayaan masyarakat Bogor terhadap dirinya.

Perjalanan Marlyn menuju Senayan dibangun dari bekal pendidikan yang seluruhnya ditempuh di wilayah Jabodetabek. Ia mengawali pendidikan di SD Negeri 05 Beji Depok (1986–1992), kemudian melanjutkan ke SMP Widuri (1992–1995) dan menamatkan pendidikan menengah di SMA Sumbangsih (1995–1998). Meski riwayat pekerjaan, organisasi, maupun penghargaan belum tercantum dalam profil resminya, rekam jejak politiknya kini menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya sebagai legislator.

Di DPR RI, Marlyn mendapat penugasan di Komisi V, komisi yang membidangi urusan infrastruktur, transportasi, perhubungan, perumahan rakyat, pembangunan kawasan, desa, hingga mitigasi bencana. Bidang ini sangat dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat, mulai dari kondisi jalan, jembatan, transportasi umum, hingga akses hunian yang layak.

Tak hanya itu, Marlyn juga menjadi anggota Badan Musyawarah (Bamus) yang berperan menyusun agenda strategis DPR RI serta Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) yang memperkuat diplomasi parlemen Indonesia dengan berbagai negara. Penugasan ini menunjukkan bahwa kiprahnya tidak hanya berkutat pada isu pembangunan nasional, tetapi juga ikut membawa kepentingan Indonesia dalam forum parlemen internasional.

Dalam berbagai kesempatan, Marlyn dikenal aktif menyerap aspirasi masyarakat melalui kegiatan reses dan kunjungan kerja. Baginya, laporan di atas meja memang penting, tetapi mendengar langsung cerita warga jauh lebih memberikan gambaran nyata tentang persoalan yang harus diperjuangkan. Pendekatan inilah yang membuat dirinya lebih sering hadir di tengah masyarakat dibanding sekadar tampil dalam ruang-ruang formal.

Sebagai kader Partai Gerindra, Marlyn mengusung semangat kerja nyata. Fokusnya adalah memastikan pembangunan infrastruktur berjalan merata, akses transportasi semakin baik, serta pelayanan publik semakin mudah dijangkau masyarakat. Baginya, pembangunan bukan sekadar angka dalam dokumen anggaran, melainkan manfaat yang benar-benar bisa dirasakan warga.

Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, Marlyn Maisarah mencoba menunjukkan bahwa seorang wakil rakyat bukan hanya dituntut pandai berbicara di ruang sidang, tetapi juga mampu menjadi jembatan antara kebutuhan masyarakat dan kebijakan negara. Sebab pada akhirnya, kepercayaan publik hanya bisa dijaga melalui kerja yang konsisten, kedekatan dengan rakyat, dan keberanian mengawal setiap aspirasi hingga menjadi kebijakan yang nyata.