Manusiasenyan.id – Kalau ada anggota DPR yang bisa dibilang tumbuh bareng dunia pertanian, nama Sadarestuwati atau yang akrab disapa Mbak Estu layak masuk daftar teratas. Bukan karena ia duduk di Komisi IV DPR RI, tapi karena hampir seluruh perjalanan hidupnya memang berputar di sekitar petani, pangan, dan pembangunan desa.

Lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 26 Juli 1970, Mbak Estu menghabiskan masa sekolahnya di kampung halaman. Mulai dari SDN Banjaragung II, SMPN Mojoagung II, hingga SMA PGRI I Jombang. Ketertarikannya pada sektor pertanian kemudian membawanya kuliah di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya mengambil jurusan Pertanian pada 1988-1993. Tak berhenti di situ, ia melanjutkan pendidikan Magister Manajemen Agribisnis Pertanian pada kampus yang sama pada 2003-2005.

Pilihan jurusan itu ternyata bukan sekadar formalitas. Hampir seluruh karier profesionalnya memang berhubungan dengan dunia pertanian dan pemberdayaan masyarakat. Ia pernah menjadi guru di SPP/SPMA Taman Siswa Mojoagung, Kepala Perwakilan Jawa Timur PT Acrissindo Utama, hingga dosen pascasarjana Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.

Di luar dunia akademik, Mbak Estu juga aktif membangun sektor pertanian dari bawah. Ia pernah menjadi pimpinan UD Sadar Tani, Ketua Koptan Bidara Tani Jombang, Ketua KSB Sekunder Mitrainti, hingga Komisaris PT Salsabila. Pengalaman tersebut membuatnya memahami langsung persoalan yang dihadapi petani, mulai dari produksi, distribusi, hingga pemasaran hasil pertanian.

Perjalanan politiknya mulai mendapat sorotan ketika terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014. Sejak saat itu, kepercayaan masyarakat terus mengalir. Hingga kini, ia telah empat periode berturut-turut menjadi wakil rakyat di Senayan.

Yang menarik, meskipun sudah berada di level nasional, fokus perjuangannya tetap tidak berubah. Saat ini Mbak Estu bertugas di Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, kehutanan, kelautan, dan pangan, sektor yang memang menjadi keahliannya sejak lama. Selain itu, ia juga menjadi anggota Badan Musyawarah (Bamus) DPR RI, salah satu alat kelengkapan dewan yang berperan penting dalam menentukan agenda kerja parlemen.

Aktivitas organisasinya juga tidak kalah panjang. Ia pernah menjadi Ketua DPK HKTI Kabupaten Jombang, Bendahara HKTI Jawa Timur, Ketua Bidang Pertanian, Perikanan, dan Perkebunan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, hingga dipercaya sebagai Kepala BAGUNA DPP PDI Perjuangan periode 2015-2020. Di tingkat nasional, ia juga menjabat Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan periode 2019-2024 pada Bidang Kerakyatan.

Tak hanya aktif di politik dan organisasi, Mbak Estu juga menerima berbagai penghargaan. Di antaranya Radar Award, Tokoh Perempuan Pilihan Pembaca Radar Mojokerto, hingga penghargaan Parasamya Kertanugraha bagi perempuan Indonesia. Ia juga mengikuti pendidikan strategis nasional melalui Diklat Lemhannas pada 2014 dan 2019, sebuah bekal penting bagi para pemimpin nasional.

Di tengah banyaknya politisi yang lahir dari berbagai latar belakang, sosok Sadarestuwati punya ciri khas tersendiri. Ia bukan hanya berbicara soal petani di ruang rapat, tetapi datang dari dunia yang sama. Dari ruang kelas, kelompok tani, organisasi pertanian, hingga kursi parlemen, benang merah perjuangannya tetap sama: memastikan suara masyarakat kecil, khususnya petani, tetap terdengar dalam setiap kebijakan negara.