Manusiasenayan.id – Kalau dengar kata anggota DPR, mungkin yang kebayang adalah orang-orang yang dari muda udah aktif politik, ikut organisasi, terus naik level sampai masuk Senayan.
Padahal kenyataannya nggak selalu begitu.
Di DPR RI periode 2024–2029, ada yang dulunya ngebut di sirkuit balap, ada yang bikin lagu galau yang masuk playlist jutaan orang, bahkan ada yang sehari-hari pakai stetoskop buat ngobatin pasien.
Yap, mereka adalah Moreno Soeprapto, Melly Goeslaw, dan Sofyan Tan.
Moreno Soeprapto: Dulu Kejar Podium, Sekarang Kejar Aspirasi
Sebelum duduk di kursi DPR RI, Moreno Soeprapto lebih dikenal sebagai pembalap profesional Indonesia.
Putra dari legenda balap nasional Tinton Soeprapto ini mengawali karier balap sejak usia muda. Moreno pernah tampil di berbagai ajang balap nasional maupun internasional, termasuk Formula BMW Asia dan sejumlah kompetisi balap mobil lainnya. Bahkan namanya cukup dikenal di kalangan motorsport Indonesia pada era 2000-an.
Di dunia balap, sepersekian detik bisa menentukan menang atau kalah. Karena itu, pembalap dituntut disiplin, fokus, dan berani mengambil keputusan cepat.
Sekarang lintasannya memang berubah. Nggak lagi mengejar garis finis di sirkuit, tapi ikut mengawal berbagai aspirasi masyarakat lewat parlemen.
Melly Goeslaw: Dari Pencipta Lagu Hits Jadi Wakil Rakyat
Kalau kamu pernah dengar lagu Ada Apa Dengan Cinta, Bimbang, atau sederet soundtrack film Indonesia populer, besar kemungkinan kamu juga pernah menikmati karya Melly Goeslaw.
Sebelum menjadi anggota DPR RI periode 2024–2029, Melly dikenal sebagai penyanyi, pencipta lagu, produser, dan salah satu tokoh penting industri musik Indonesia.
Kariernya di dunia musik sudah berlangsung lebih dari dua dekade. Karyanya nggak cuma populer, tapi juga menjadi bagian dari perjalanan hidup banyak generasi anak muda Indonesia.
Kini panggungnya berubah.
Kalau dulu menyampaikan pesan lewat lirik lagu, sekarang Melly ikut menyuarakan aspirasi masyarakat melalui forum-forum parlemen. Pengalamannya sebagai pelaku industri kreatif juga membuatnya aktif mendorong perhatian terhadap hak cipta dan kesejahteraan pekerja seni.
Sofyan Tan: Dokter yang Milih Bangun Sekolah
Kalau yang satu ini mungkin paling unik.
Sofyan Tan memulai kariernya sebagai dokter. Tapi nggak berhenti di dunia kesehatan, ia juga dikenal luas sebagai aktivis pendidikan.
Di Medan, Sofyan mendirikan Perguruan Sultan Iskandar Muda, sekolah multikultural yang membuka kesempatan belajar bagi siswa dari berbagai latar belakang suku, agama, dan ekonomi.
Buat Sofyan, pendidikan bukan cuma soal nilai ujian, tapi juga tentang menciptakan ruang hidup bersama di tengah keberagaman Indonesia.
Dedikasinya dalam bidang pendidikan bahkan membuatnya dikenal hingga tingkat internasional melalui jaringan kewirausahaan sosial Ashoka.
Kini, perjuangannya berlanjut dari Senayan.
Jalan ke Senayan Memang Nggak Cuma Satu
Moreno datang dari dunia balap.
Melly datang dari dunia musik.
Sofyan datang dari dunia kesehatan dan pendidikan.
Tiga profesi yang beda banget, tapi akhirnya bertemu di tempat yang sama: DPR RI.
Dan mungkin itu yang sering luput dari perhatian kita.
Karena ternyata, jalan menuju Senayan nggak selalu dimulai dari politik. Ada yang berangkat dari sirkuit, studio rekaman, sampai ruang praktik dokter.
