Manusiasenayan.id – Di tengah dunia politik yang makin ramai sama pencitraan dan perang konten, sosok I Nyoman Parta justru muncul dengan gaya yang lebih kalem. Nggak terlalu sibuk cari panggung, tapi kerja politiknya nyata dan konsisten. Politisi dari Fraksi PDIP ini dikenal sebagai salah satu wakil rakyat asal Bali yang cukup vokal soal hukum, budaya, sampai urusan rakyat kecil.
Lahir di Desa Guwang, Gianyar, Bali, pada 9 Juni 1971, Parta tumbuh dari lingkungan desa yang dekat banget sama kehidupan masyarakat. Pendidikan dasarnya dimulai di SD Negeri 3 Guwang, lalu lanjut ke SMP Negeri 2 Sukawati, hingga akhirnya masuk SMA Wiyata Dharma jurusan Ilmu Sosial. Setelah itu, ia melanjutkan kuliah di Universitas Mahendradatta mengambil jurusan Ilmu Hukum pada 1998 sampai 2002.
Sebelum duduk di Senayan, perjalanan politiknya dimulai dari bawah. Tahun 1999, ia sudah jadi anggota DPRD Provinsi Bali dan dipercaya sebagai Sekretaris Komisi A Bidang Hukum. Kariernya terus naik. Pada periode 2009 sampai 2019, Parta menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD Bali, komisi yang fokus pada pendidikan, budaya, dan kesejahteraan masyarakat.
Pengalamannya di daerah bikin Parta cukup paham soal persoalan akar rumput. Makanya ketika terpilih menjadi Anggota DPR RI sejak 2019, ia langsung dikenal aktif menyuarakan isu hukum dan perlindungan masyarakat. Sekarang, ia bertugas di Komisi III DPR RI sekaligus menjadi bagian dari Badan Legislasi (Baleg) DPR RI.
Yang menarik, perjalanan Parta ternyata nggak lepas dari dunia aktivisme kampus. Dulu ia aktif di Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) sebagai Wakil Sekretaris Jenderal dan juga menjadi Wakil Ketua GMNI Bandung. Dari sana, gaya komunikasinya terbentuk: tegas, tapi tetap dekat sama masyarakat.
Di luar politik, Parta juga aktif membangun kampung halamannya. Ia menjadi Ketua Yayasan Kumara Santi Desa Guwang dan ikut mengembangkan wisata alam Hidden Canyon Beji Guwang, destinasi wisata yang sekarang cukup dikenal di Bali. Ia juga aktif membina program sosial seperti Jumantik Cilik dan Relawan Kebersihan Cilik Desa Guwang.
Selama perjalanan kariernya, Parta menerima banyak penghargaan dan sertifikat dari organisasi mahasiswa, kampus, media, sampai lembaga politik. Mulai dari jadi pembicara seminar nasional, narasumber di Bali TV, sampai peserta Rakornas PDI Perjuangan.
Di saat banyak politisi sibuk ngejar viral, I Nyoman Parta justru nunjukin kalau politik juga bisa dijalani dengan cara yang sederhana: turun langsung, dekat sama warga, dan konsisten kerja tanpa banyak drama.
