Manusiasenayan.id – Perjalanan Komjen Suyudi Ario Seto di Korps Bhayangkara akhirnya masuk babak baru. DPR RI menyetujui dirinya untuk menjadi Kapolri. Sebelum sampai di posisi ini, Suyudi sudah melewati berbagai penugasan penting, mulai dari menangani kasus kriminal di lapangan sampai menduduki jabatan strategis di tubuh Polri.
Bukan perjalanan yang sebentar, Suyudi punya pengalaman panjang di dunia kepolisian. Penasaran bagaimana perjalanan kariernya sampai masuk bursa pimpinan tertinggi Polri? Yuk, kenalan lebih dekat!
Lulusan Akpol 1994, Awali Karier dari Dunia Reserse
Dirangkum dari detikcom, Kamis (1/10/2026), Suyudi merupakan perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Sejak awal bertugas, ia banyak berkecimpung di bidang reserse, yaitu bidang kepolisian yang menangani penyelidikan dan penyidikan tindak pidana.
Kariernya dimulai dari posisi Kanit II Resmob Polda Metro Jaya. Setelah itu, Suyudi mengisi sejumlah jabatan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Beberapa posisi yang pernah ia emban antara lain Kapolsek Pasar Minggu dan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat. Dari sini, pengalamannya dalam menangani berbagai perkara kriminal terus bertambah.
Karier Makin Naik, Dipercaya Pegang Jabatan Strategis
Pada 2011, Suyudi mendapat kepercayaan sebagai Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Posisi ini berkaitan dengan penanganan tindak pidana kendaraan bermotor.
Kariernya terus berkembang. Pada 2017, ia dipercaya menjadi Kapolres Metro Jakarta Pusat. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 2019, Suyudi menjabat sebagai Dirreskrimum Polda Metro Jaya.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa Suyudi pernah mengisi sejumlah posisi di tingkat kewilayahan maupun direktorat reserse. Pengalaman ini menjadi bagian penting dari rekam jejaknya di kepolisian.
Pernah Tangani Kasus Ekonomi dan Kejahatan Siber
Pengalaman Suyudi nggak cuma berkutat pada kasus kriminal konvensional. Ia juga pernah mengisi dua jabatan strategis di Bareskrim Polri pada 2020.
Pertama, sebagai Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Wadirtipideksus). Kedua, sebagai Wakil Direktur Tindak Pidana Siber (Wadirtipidsiber).
Lewat kedua posisi tersebut, Suyudi bersentuhan dengan penanganan perkara ekonomi khusus dan kejahatan siber. Dua bidang ini punya karakteristik berbeda dan membutuhkan pendekatan penyidikan yang sesuai dengan jenis kejahatannya.
Dari Wakapolda hingga Kapolda Banten
Pada 2023, Suyudi mendapat amanah sebagai Wakapolda Metro Jaya. Jabatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan kariernya menuju posisi pimpinan kepolisian di tingkat daerah.
Setahun berselang, ia mendapat promosi menjadi Kapolda Banten pada 2024. Bersamaan dengan perjalanan karier tersebut, pangkatnya naik menjadi Inspektur Jenderal (Irjen) atau jenderal polisi bintang dua.
Pengalaman memimpin di tingkat daerah menambah daftar penugasan yang pernah dijalani Suyudi selama bertugas di Polri.
DPR Setujui Suyudi Jadi Kapolri
Kini, perjalanan karier Suyudi memasuki babak baru setelah DPR RI menyetujui dirinya untuk menjadi Kapolri pada Kamis (1/10/2026).
Rekam jejaknya mencakup bidang reserse, penanganan kejahatan ekonomi dan siber, serta kepemimpinan di tingkat kewilayahan. Berbagai penugasan tersebut menjadi bagian dari latar belakang profesionalnya sebelum memasuki posisi puncak kepolisian.
Publik selanjutnya menantikan proses pengangkatan resmi dan arah kepemimpinannya. Tantangannya bukan cuma menjaga keamanan, tetapi juga memastikan pelayanan kepolisian berjalan baik dan kepercayaan masyarakat terus mendapat perhatian.
