Manusiasenayan.id – Kalau ngomongin Gorontalo, bukan cuma soal jagung, laut, atau pemandangan yang cakep. Ada juga empat nama yang sekarang punya tugas membawa suara masyarakat Gorontalo ke level nasional lewat DPD RI periode 2024–2029. Mereka punya latar belakang yang beda-beda, mulai dari mantan gubernur, kepala daerah, guru, sampai wajah baru di Senayan. Yuk, kenalan lebih dekat!

Fadel Muhammad — Seniornya Masih Gaspol 

Kalau urusan jam terbang, Fadel Muhammad boleh dibilang sudah punya track record panjang. Pada Pemilu 2024, ia menjadi peraih suara terbanyak untuk calon DPD RI dari Gorontalo dengan 242.732 suara.

Jauh sebelum kembali duduk sebagai senator, Fadel sudah malang melintang di pemerintahan. Ia pernah dipercaya menjadi Gubernur Gorontalo selama dua periode, 2001–2009. Setelah itu, kariernya berlanjut ke pemerintah pusat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan pada 2009–2011.

Fadel juga pernah duduk sebagai Wakil Ketua MPR RI dari unsur DPD. Jadi, kalau ada yang bilang senior tapi masih gaspol, Fadel masuk kategori ini. Dari dunia usaha, memimpin daerah, masuk kabinet, sampai kembali membawa aspirasi Gorontalo ke Senayan.

Syarif Mbuinga — Dari Pohuwato ke Senayan 

Kalau Fadel punya pengalaman panjang di level nasional, Syarif Mbuinga punya cerita kuat dari pemerintahan daerah. Pada Pemilu 2024, Syarif meraih 101.992 suara dan terpilih menjadi anggota DPD RI periode 2024–2029.

Sebelum duduk di Senayan, Syarif sudah lebih dulu berkutat dengan urusan pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Bupati Pohuwato. Pengalaman memimpin daerah ini tentu menjadi modal penting ketika harus membawa persoalan daerah ke tingkat nasional.

Bukan cuma pengalaman pemerintahan, Syarif juga punya latar akademik hingga Magister Manajemen. Jadi, bekalnya bukan cuma pengalaman turun ke lapangan, tapi juga pendidikan yang mendukung.

Rahmijati Jahja — Guru yang Lanjut Jadi Senator 

Cerita Rahmijati Jahja punya jalur yang cukup unik. Sebelum masuk dunia politik, ia menghabiskan waktu bertahun-tahun sebagai pendidik. Rahmijati tercatat berprofesi sebagai guru pada 1979–2001.

Setelah dari dunia pendidikan, langkahnya berlanjut ke DPRD Provinsi Gorontalo. Dari sana, ia kemudian dipercaya menjadi anggota DPD RI dan kembali terpilih untuk periode 2024–2029.

Pada Pemilu 2024, Rahmijati memperoleh 85.146 suara. Perjalanannya menunjukkan kalau pengalaman mendidik anak bangsa juga bisa menjadi bekal untuk mengawal kepentingan masyarakat di Senayan.

Jasin U. Dilo — Namanya Nggak Asing Buat Gorontalo

Jasin U. Dilo menjadi salah satu wajah dalam barisan senator Gorontalo periode 2024–2029. Pada Pemilu 2024, ia meraih 63.904 suara dan berada di posisi keempat perolehan suara calon DPD Gorontalo.

Artinya, Jasin kini menjadi salah satu dari empat orang yang dipercaya membawa aspirasi Gorontalo ke DPD RI. Dibanding tiga senator lainnya, Jasin menjadi salah satu nama yang menarik diperhatikan dalam periode ini.

Empat tokoh, empat cerita, satu daerah yang sama. Dari pengalaman panjang Fadel, perjalanan pemerintahan Syarif, latar pendidikan Rahmijati, sampai Jasin yang mengisi barisan senator Gorontalo—semuanya kini punya satu pekerjaan rumah: bikin suara Gorontalo tetap kedengeran di Senayan.