Manusiasenayan.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas, akhirnya buka suara soal penempatan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang bikin ramai. Pasalnya, sejumlah manajer mendapat lokasi kerja yang jauh banget dari rumah, bahkan sampai beda provinsi.

Zulhas menjelaskan, para manajer yang sudah lolos seleksi diminta menerima dan menandatangani berkas penempatan terlebih dahulu. Tujuannya supaya status kelulusan mereka tetap aman dan nggak gugur gara-gara belum menerima penempatan.

“Yang paling penting sekarang, dari manajer-manajer itu ditempatkan, diterima dulu agar statusnya tetap sebagai pegawai,” ujar Zulhas dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Selasa (29/9/2026).

Tapi tenang, penempatan jauh ini disebut bukan keputusan permanen. Zulhas bilang, pemerintah bakal menyesuaikan lokasi kerja para manajer setelah proses penerimaan selesai. Nantinya, mereka bisa ditempatkan di koperasi yang lebih dekat dengan domisili masing-masing, selama tersedia lokasi yang sesuai.

Zulhas bahkan mencontohkan orang yang tinggal di Depok, tetapi malah mendapat penempatan di Gorontalo. Jaraknya jelas nggak dekat dan bisa bikin urusan biaya serta mobilitas jadi tantangan tersendiri.

“Yang penting tempatnya sekarang dia tanda tangan terima dulu, agar status enggak gugur. Nanti disesuaikan tempat yang terdekat,” jelasnya.

Menurut Zulhas, masalah ini muncul karena jumlah manajer yang tersedia lebih banyak dibandingkan bangunan koperasi yang sudah selesai dibangun. Alhasil, sebagian manajer harus ditempatkan di daerah lain untuk mengisi kebutuhan tenaga pengelola sambil menunggu pembangunan koperasi di wilayah yang lebih dekat dengan rumah mereka selesai.

Jadi, penempatan jauh ini diklaim bersifat sementara. Pemerintah berencana menyesuaikan lokasi kerja setelah bangunan koperasi yang dibutuhkan tersedia.

Sekitar 1.900 Manajer Ditempatkan Beda Provinsi

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, ikut menjelaskan persoalan ini. Dari total lebih dari 30.000 peserta yang mengikuti pelatihan, sekitar 1.900 manajer atau 11% ditempatkan di luar provinsi asal.

Menurut Ferry, penempatan lintas provinsi dilakukan untuk mengisi kekurangan tenaga pengelola di sejumlah daerah. Soalnya, jumlah sumber daya manusia yang tersedia belum sebanding dengan jumlah bangunan Kopdes yang sudah siap digunakan.

Ferry menegaskan, pemerintah bersama PT Agrinas Pangan Nusantara bakal mempertahankan status para manajer yang sudah lolos seleksi. Mereka nggak akan langsung didiskualifikasi hanya karena mendapat lokasi penempatan yang jauh dari tempat tinggal.

Pemerintah juga akan mencari solusi sambil menunggu pembangunan gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih selesai.

Dengan kata lain, para manajer diminta menyelesaikan proses penerimaan dulu, sementara pemerintah menyiapkan penyesuaian lokasi kerja. PR berikutnya adalah memastikan rencana pemindahan benar-benar berjalan, supaya para manajer nggak terus dibebani persoalan jarak dan biaya saat menjalankan tugas.