Manusiasenayan.id – Kalau disuruh nebak anggota DPR dari siluet doang, mungkin bakal susah.
Tapi ada tiga nama yang kemungkinan besar langsung ketahuan sebelum mereka buka mulut.
Yang pertama, Ahmad Dhani.
Yang satu ini datang ke Senayan bukan cuma bawa kartu anggota DPR, tapi juga aura anak band yang udah nempel puluhan tahun. Sebelum dilantik menjadi anggota DPR RI periode 2024–2029, Dhani lebih dulu dikenal sebagai pendiri dan pentolan Dewa 19, salah satu grup musik paling berpengaruh di Indonesia. Pada 1 Oktober 2024, ia resmi dilantik sebagai anggota DPR RI dari Partai Gerindra.
Makanya wajar kalau banyak orang merasa Dhani terlihat seperti habis soundcheck konser sebelum masuk ruang rapat.
Lalu ada Rieke Diah Pitaloka.
Nama aslinya memang Rieke. Tapi jujur aja, berapa banyak orang yang masih spontan memanggilnya “Mbak Oneng”?
Karakter Oneng dalam sitkom Bajaj Bajuri begitu melekat sampai sekarang. Bahkan setelah belasan tahun aktif di politik, identitas itu belum juga hilang. Rieke sendiri dikenal sebagai aktris, penulis, dan politisi yang sudah duduk di DPR sejak 2009. Pada Pemilu 2024, ia kembali terpilih untuk periode 2024–2029.
Ini mungkin salah satu contoh branding paling kuat di Indonesia.
Levelnya sudah bukan lagi “ingat orangnya”.
Tapi “ingat karakternya”.
Nah, kalau yang ketiga adalah Rachel Maryam.
Generasi 2000-an pasti nggak asing dengan wajahnya. Sebelum aktif di politik, Rachel dikenal sebagai model dan aktris yang membintangi sejumlah film populer seperti Eliana, Eliana, Arisan!, hingga Janji Joni.
Yang menarik, banyak orang masih mengingat Rachel sebagai artis, padahal ia sudah menjadi anggota DPR sejak 2009. Pada 2024, Rachel kembali terpilih dan menjalani periode keempatnya sebagai legislator.
Kalau dipikir-pikir, tiga orang ini punya satu kesamaan.
Mereka datang ke DPR dengan identitas yang sudah terbangun jauh sebelum menjadi politisi.
Ada yang dikenal karena musik.
Ada yang dikenal karena karakter legendaris.
Ada yang dikenal karena dunia film.
Dan mungkin itulah yang membuat mereka tetap gampang dikenali di tengah ratusan anggota dewan lainnya.
Karena kadang, personal branding yang kuat memang lebih susah dilupakan daripada jabatan.
