ManusiaSenayan.id – Kenalan yuk sama Ujang Bey, S.IP., M.IP. Beliau adalah Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem yang juga duduk sebagai Anggota MPR RI periode 2024–2029. Saat ini, Ujang dipercaya bekerja di Komisi II DPR RI, komisi yang ngurusin hal-hal penting seperti pemerintahan dalam negeri, otonomi daerah, pemilu, sampai reforma agraria.
Komitmen Nyata di Daerah
a) Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Subang.
Di Subang, Ujang Bey menggelar sesi edukasi mengenai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, yang berhasil mengajak masyarakat memahami dan mengamalkan nilai-nilai dasar kebangsaan dalam interaksi sehari-hari.
b) Peran Strategis DPD untuk cegah disintegrasi.
Dalam kegiatan di Sumedang, ia menekankan pentingnya DPD sebagai jembatan aspirasi daerah ke pusat. Ia menegaskan bahwa DPD harus berfungsi sebagai mekanisme checks and balances agar kebijakan nasional tidak mengabaikan kebutuhan wilayah.
c) Distribusi Kaki Palsu untuk difabel.
Tak hanya retorika, Ujang Bey juga menunjukkan aksi kepedulian nyata: melalui Yayasan Kasomalang Humanity Care, ia menyalurkan kaki palsu bagi kaum disabilitas—langkah konkret yang sangat menyentuh dan berarti.
Fokus Kebijakan dan Penguatan Demokrasi
a) Konflik Agraria di program 3 Juta Rumah.
Sebagai anggota Komisi II DPR, Ujang Bey mengingatkan agar program nasional seperti pembangunan 3 juta rumah tidak menimbulkan potensi konflik agraria. Ia mengajak pemerintah untuk melakukan mitigasi sejak perencanaan, dengan mendorong penyelesaian persoalan tanah secara adil.
b) Melawan Politik Uang dalam Pilkada.
Ia mengkritik potensi politik uang yang sistematis pada Pilkada, terutama memanfaatkan struktur pemerintahan—dari camat hingga RT/RW—yang dapat seperti “bulldozer suara”. Ia mengusulkan hotline pengaduan agar masyarakat dapat menyampaikan dugaan penyimpangan lebih cepat.
c) Tolak Syarat ‘Anak Kampung’ dalam Caleg.
Ujang Bey menentang kebijakan yang mewajibkan caleg berasal dari dapilnya, karena yang lebih penting adalah kemampuan memahami isu lokal dan menawarkan program nyata—bukan sekadar asal daerah.
Memperkuat Partai & Sistem Demokrasi
a) Soliditas Kader NasDem.
Sebagai Kapoksi (Ketua Fraksi) Komisi II DPR, Ujang Bey mendorong kekompakan kader NasDem di Majalengka untuk tetap adaptif di tengah dinamika politik, memperkuat sinergi untuk mengabdi kepada masyarakat.
b) Demokrasi Sehat butuh partisipasi semua.
Pada sosialisasi demokrasi di Majalengka, ia menyampaikan bahwa demokrasi sehat lahir dari komitmen bersama, transparansi, dan partisipasi aktif masyarakat, terutama kaum muda dan mahasiswa.
c) Aspirasi Masyarakat & Penguatan MPR.
Dalam dialog bersama masyarakat Majalengka, ia dorong penguatan peran MPR melalui penyerap aspirasi langsung masyarakat—guna memperkuat sistem tata negara dan keterlibatan publik dalam legislatif.
d) Ekonomi Kerakyatan yang Adil.
Lewat diskusi ekonomi di Sumedang, Ujang Bey mengajak pelaku usaha kecil dan masyarakat untuk merancang ekonomi lokal yang inklusif dan adil. Ia bertanggung jawab untuk menyuarakan aspirasi tersebut di parlemen.
Buat Ujang Bey, politik itu bukan sekadar soal jabatan, tapi soal pengabdian. Dari SMS sampai Senayan, semangatnya tetap sama: mendengar, menyerap, dan memperjuangkan suara rakyat.
