Manusiasenayan.id – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Gerindra, Ruby Chairani Syiffadia, ikut angkat suara soal pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya untuk posisi Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Kemenpora. Intinya satu: posisi sepenting ini nggak boleh asal tunjuk.

Menurut Ruby, Deputi Pengembangan Industri Olahraga itu bukan jabatan administratif biasa. Ini posisi strategis, karena jadi motor penggerak ekosistem industri olahraga nasional—mulai dari sport tourism, event olahraga, sampai ekonomi kreatif berbasis olahraga. Jadi wajar kalau yang duduk di kursi ini harus punya kapasitas dan rekam jejak yang nyambung.

“Bagi saya, selama orangnya profesional, berkualitas, dan punya background relevan dengan posisi yang dibutuhkan, ya nggak ada masalah,” ujar Ruby. Pesannya jelas: yang penting kompetensi, bukan sekadar status.

Ruby juga menilai langkah Kemenpora yang membuka seleksi jabatan ini sebagai terobosan baru yang patut diapresiasi. Di tengah birokrasi yang sering dicap kaku, proses seleksi terbuka dinilai bisa menghadirkan figur terbaik yang benar-benar paham dunia industri olahraga, bukan cuma jago administrasi.

Meski begitu, Ruby mengingatkan satu hal penting: masuknya tenaga profesional jangan sampai mematikan peran ASN di internal Kemenpora. Justru sebaliknya, profesional yang terpilih harus mampu memberdayakan potensi ASN agar kerja tim makin solid.

“Tenaga profesional boleh, tapi tetap harus bisa menguatkan dan melibatkan ASN yang ada di Kemenpora. Itu penting supaya pengembangan industri olahraga berjalan berkelanjutan,” tegasnya.

Ruby melihat, kolaborasi antara profesional dan ASN adalah kunci. Profesional membawa perspektif industri dan inovasi, sementara ASN punya pengalaman birokrasi dan kesinambungan kebijakan. Kalau dua-duanya nyatu, industri olahraga Indonesia bisa naik kelas, nggak cuma jago kandang tapi juga siap bersaing di level global.

Sebagai informasi, proses seleksi Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga ini bakal lewat delapan tahap. Tahap awal dimulai dengan pengumuman resmi dan detail seleksi yang dijadwalkan mulai 2 Februari 2026.

Dengan skema seleksi yang panjang dan terbuka, publik berharap jabatan strategis ini benar-benar diisi oleh sosok yang tepat. Karena di era sekarang, industri olahraga bukan sekadar soal prestasi, tapi juga soal peluang ekonomi dan masa depan generasi muda.