ManusiaSenayan.id – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga), Wihaji, baru aja spill empat program andalan. Dari anak-anak sampai lansia, semua kebagian perhatian. Jadi kalau ada yang bilang negara cuma fokus sama “yang muda-muda”, sini dulu baca dulu.

Program pertama namanya Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). Jangan panik, ini bukan soal darurat genting, tapi gerakan buat ngurangin angka stunting. “Saya punya target dalam 1 tahun ada 1 juta yang akan kita asuh khusus 1000 hari pertama kehidupan sebagai KRS, Keluarga Risiko Stunting yang untuk memastikan dia juga punya hak mendapatkan harapan, dia juga punya hak negara hadir,” kata Wihaji.

Program kedua: Taman Asuh Sayang Anak. Intinya daycare biar anak nggak ditinggal bengong pas orang tuanya kerja. “Alhamdulillah bersama menaker kita sudah kerja sama juga, beberapa perusahaan memang menyiapkan daycare,” jelas Wihaji. Bahkan katanya, buruh sawit juga bakal kebagian karena kerja sama dengan Menteri Lingkungan Hidup. Jadi nggak ada alasan anak dititipin ke… tetangga.

Lanjut ke program ketiga: Gati (Gerakan Ayah Teladan Indonesia). Wihaji nyeplos, “20,9 persen anak Indonesia fatherless menurut Unicef, kehilangan sosok ayah.” Jadi, bapak-bapak jangan cuma jadi mesin ATM. Minimal sempatkan nganter anak sekolah biar nggak kering kasih sayang.

Terakhir, program keempat: Lansia Berdaya. “Yang terakhir saya bikin namanya Lansia Berdaya. Negara harus hadir. Problem lansia ini adalah kesepian. Satu saat kita berdoa semoga jadi lansia semua,” ujarnya. Ada sekolah lansia, nyanyi-nyanyi, pengajian, sampai hiburan biar kakek-nenek nggak kesepian.

Singkatnya, dari bayi sampai lansia, semua dipikirin. Tinggal harapan kita: jangan cuma program di atas kertas, tapi realisasinya juga on point. Kalau enggak, bisa-bisa rakyat cuma bilang: “Programnya keren, tapi dompet sama hati tetep kosong, Pak!”