ManusiaSenayan.id – Guys, kabar dari Solo: Didik Haryadi, anggota Komisi XI DPR RI, baru aja ngingetin hal penting—subsidi listrik itu jangan sampai salah sasaran. Intinya, subsidi tuh buat rakyat kecil, bukan buat orang mampu yang tagihan listriknya kayak jumlah followers selebgram.

Kata beliau, “Subsidi ini hadir karena ada masyarakat yang tidak mampu membeli listrik dengan harga dasar PLN. Tapi jangan sampai orang yang mampu justru ikut menikmati. Subsidi harus berkeadilan, tepat sasaran, dan hanya untuk yang benar-benar membutuhkan.” Nah lho, jelas banget kan pesannya?

Bayangin, gengs, di tahun 2024 aja subsidi listrik yang disalurin lewat PLN nyampe Rp75,83 triliun. Itu nol-nya udah bikin tangan gemeter kalau nulis di kalkulator. Dan realisasinya malah lebih gede, Rp77,05 triliun. Sebagian besar memang nyampe ke 35,2 juta pelanggan kecil 450 VA dan 900 VA. Jadi, banyak yang kebantu, sih.

Tapi Didik ngingetin, kalau subsidi salah alamat, itu sama aja bikin negara kayak orang tua yang keluar duit gede buat jajan anak tetangga, sementara anaknya sendiri kelaparan. “Kalau tidak tepat sasaran, maka kita hanya menambah beban fiskal negara tanpa manfaat yang dirasakan masyarakat miskin,” tegasnya.

Lucunya lagi, di Pulau Jawa listrik malah surplus. Jadi, kaya punya kulkas penuh makanan, tapi masih aja pesan online tiap malam. “Ketika PLN masih surplus daya, tapi beban subsidi membesar, artinya ada masalah dalam tata kelola yang perlu diperbaiki,” sindir Didik.

Solusinya? Energi terbarukan! Panel surya atau bioenergi bisa bikin listrik lebih murah. Kalau itu jalan, subsidi bisa dipangkas, duit negara nggak tekor, dan rakyat kecil tetap bisa nyalain lampu tanpa was-was.

Jadi inget, gengs: subsidi listrik itu bukan promo “Buy 1 Get 1” buat sultan. Ini lifeline buat rakyat kecil biar rumahnya tetep terang, bukan makin gelap gulita gara-gara salah sasaran.