ManusiaSenayan.id Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim (Mbak Nuning) datang ke Aceh bukan buat healing, tapi buat ngereminder PT Solusi Bangun Andalas (SBA) supaya CSR-nya nggak cuma formalitas. Menurutnya, industri semen itu jangan cuma mikir cuan dan produksi, tapi juga nasib warga sekitar yang masih hidup dalam keterbatasan.

“Kami mendorong agar kehadiran PT SBA benar-benar memberikan solusi nyata bagi masyarakat Aceh, sebagaimana semangat namanya Solusi Bangun Indonesia. Kami ingin agar perusahaan ini turut berperan dalam membangun rumah-rumah layak bagi masyarakat miskin, terutama di kawasan yang masih terisolasi dan minim fasilitas dasar seperti air bersih,” ujar Chusnunia.

Ternyata, PT SBA memang sudah bikin beberapa rumah lewat program CSR, tapi jumlahnya masih sedikit banget — kayak libur kejepit nasional: langka.

“Jika selama ini baru satu hingga enam rumah per tahun, ke depan harus lebih banyak lagi. Apalagi bahan baku dan sumber daya sudah tersedia di Aceh, tidak ada salahnya sebagian hasil produksi digunakan untuk kepentingan rakyat, ” lanjut Chusnunia, politisi Fraksi PKB itu.

Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay juga ikut menegaskan agar program CSR tidak asal jalan, tapi transparan dan tepat sasaran.

“Kami meminta pihak perusahaan dan pemerintah daerah duduk bersama memastikan bahwa program CSR benar-benar tepat sasaran, memiliki dampak sosial besar, dan mencerminkan rasa terima kasih perusahaan terhadap masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Aceh Besar Muharam Idris punya ide simpel tapi brilian: dana CSR sebaiknya langsung disalurkan ke desa.

“Selama ini bantuan disalurkan sesuai proposal. Jika ada desa yang tidak membuat proposal, maka tidak akan mendapatkan bantuan dari CSR,” ujarnya.

Intinya, DPR dan Pemda kompak: PT SBA jangan cuma bangun semen buat bangunan, tapi juga bangun semangat dan kesejahteraan warga Aceh. Karena yang namanya Solusi Bangun Indonesia, ya harus bisa bangun harapan juga, bukan cuma tembok!