ManusiaSenayan.id Kenalin nih, Agustinus R. Kambuaya, S.IP. — salah satu wajah baru di DPD RI 2024–2029 yang mewakili Papua Barat Daya. Cowok satu ini nggak cuma punya vibe kalem tapi juga punya semangat juang tinggi banget buat tanah kelahirannya.

Lahir dan besar di Kamubuaya, Agustinus ngerasain langsung gimana rasanya hidup di daerah yang jauh dari pusat pembangunan. Tapi bukannya nyerah, dia malah jadi makin semangat buat sekolah tinggi-tinggi.

Mulai dari SD YPK Silo Kamubuaya, lanjut SMPN 2 Ayamaru, terus SMAN 3 Kota Sorong, sampai akhirnya terbang ke Yogyakarta buat kuliah Ilmu Hubungan Internasional di UPN “Veteran” Yogya. Yes, anak Papua ini dulu juga jadi anak rantau — dan justru di Yogya lah semangat “bikin perubahan” itu tumbuh makin kuat.

Anak Organisasi, Bukan Anak Nongkrong Biasa

Pas kuliah, Agustinus bukan tipe mahasiswa yang cuma datang-absen-pulang. Dia aktif banget di berbagai organisasi!
Dia pernah jadi Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Sorong (IKMASOR) dan juga Sekum Forum Komunikasi Mahasiswa Indonesia Timur (FKMIT).

Dari situlah dia belajar gimana cara ngomong di depan banyak orang, ngatur program, dan nyuarain suara anak muda timur biar didengar.

Buat Agustinus, organisasi tuh bukan tempat cari eksis, tapi tempat belajar jadi pemimpin dan ngerasain gimana rasanya berjuang bareng orang lain.

Dari Ngajar ke Ngedengar

Sebelum jadi senator, Agustinus sempat ngajar di Universitas Cenderawasih sebagai dosen luar biasa. Dari dunia kampus, dia makin paham kalau banyak banget masalah di Papua yang harus diseriusin — mulai dari nasib petani, soal tanah, sampai akses pendidikan dan ekonomi rakyat kecil. Makanya, waktu akhirnya dipercaya duduk di DPD RI, dia bawa semangat itu: kerja politik yang bukan cuma teori, tapi aksi nyata.

Fokus: Dengar Rakyat, Bukan Cuma Rapat

Beda dari politisi yang cuma sibuk konferensi pers, Agustinus tuh sering turun langsung ke lapangan.
Dia datengin warga, ngobrol sama petani, dan nyimak curhatan para transmigran yang lagi susah dapet akses pupuk dan pasar.

Selain itu, dia juga cukup vokal soal kebijakan nasional yang terlalu “jakarta-sentris”. Menurutnya, Papua harus dilihat dengan kacamata manusia, bukan angka. Bukan cuma soal pembangunan fisik, tapi juga tentang budaya, martabat, dan kesejahteraan orang-orangnya.

Gaya Politisi Baru: Cerdas, Kritis, Tapi Tetap Chill

Agustinus bukan tipe yang asal kritik. Kalau ngomong, ada isinya — tapi tetap tenang dan nggak baper. Dia percaya kalau perubahan itu datang dari dialog dan kerja bareng, bukan saling serang.

Di DPD, dia pengin bikin Papua Barat Daya makin kelihatan potensinya. Nggak cuma wisata, tapi juga pertanian, ekonomi lokal, dan generasi mudanya yang keren-keren.

Papua, Tapi Level Nasional

Sebagai wakil dari daerah paling muda di Indonesia, Agustinus tahu banget tantangan yang dia hadapi gede banget. Tapi dia juga yakin, Papua Barat Daya bisa jadi contoh daerah yang maju tanpa ninggalin identitas lokalnya. Dengan semangat muda dan energi positif, Agustinus lagi berusaha buktiin kalau anak timur juga bisa bersinar di panggung nasional — tanpa kehilangan jati diri dan rasa cintanya pada kampung halaman.