Manusiasenyan.id – Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, satu hal yang paling bikin deg-degan bukan cuma jadwal bukber yang padat, tapi juga harga bahan pokok. Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, langsung kasih warning keras: stabilitas harga pangan wajib dijaga, jangan sampai stok aman tapi harga malah melonjak.

Misbakhun baru saja pulang dari Medan, Sumatera Utara. Di sana, ia membahas langsung soal inflasi pangan dan memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga. Menurutnya, Sumut bukan provinsi kecil. Skala ekonominya besar, masyarakatnya majemuk, dan pergerakan pasarnya masif. Kalau di wilayah sebesar itu harga goyah, efeknya bisa ke mana-mana.

“Pasokan pangan ini kita jaga. Jangan sampai pangannya ada, tapi harganya naik,” tegasnya, Kamis (26/2/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Komisi XI memastikan tiga hal krusial: pasokan pangan, sistem pembayaran, dan ketersediaan uang tunai. Tiga aspek ini jadi fondasi penting biar ekonomi tetap stabil selama momen Ramadan dan Lebaran, saat konsumsi masyarakat biasanya melonjak tajam.

Buat Misbakhun, menjaga harga tetap terkendali bukan cuma soal angka statistik. Ini soal daya beli rakyat. Ramadan harusnya jadi momen ibadah yang khusyuk, bukan malah dipusingkan lonjakan harga cabai, beras, atau minyak goreng.

Nggak cuma itu, ia juga menyoroti wilayah Sumatera yang terdampak bencana. Di tengah situasi sulit, masyarakat di sana butuh perhatian ekstra, terutama dalam hal restrukturisasi kredit dan sistem pembayaran. Ia meminta OJK dan perbankan aktif melakukan langkah konkret.

Menurutnya, bank jangan cuma jadi penonton. Harus ada kebijakan restrukturisasi, baik untuk kredit perbankan maupun pembiayaan lainnya, supaya warga terdampak nggak makin tertekan. Apalagi ini bulan suci, kondisi emosional masyarakat pasti lebih sensitif, terlebih bagi mereka yang masih tinggal di pengungsian saat Lebaran nanti.

“Kita harus menjaga perasaan saudara-saudara kita di wilayah bencana,” ujarnya.

Pesannya jelas: negara harus hadir. Jangan sampai masyarakat yang sudah kena musibah, malah terbebani cicilan tanpa solusi. Momentum Ramadan ini, kata dia, harus jadi pengingat bahwa stabilitas ekonomi dan empati sosial harus jalan bareng.

Intinya, Komisi XI nggak mau kecolongan. Harga stabil, pasokan aman, sistem keuangan kuat — itu targetnya. Supaya Ramadan tetap adem, Lebaran tetap senyum.