Manusiasenayan.id – Kalau ngomongin figur Demokrat yang akarnya kuat di daerah tapi langkahnya tembus Senayan, nama Rinto Subekti jelas nggak bisa dilewatin. Politisi asal Jawa Tengah ini sekarang duduk sebagai Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, dan kiprahnya nggak datang tiba-tiba. Perjalanannya panjang, dari dunia usaha sampai panggung politik nasional.
Sebelum resmi ngantor di Gedung DPR RI, Rinto sudah kenyang pengalaman sebagai pengusaha. Sejak tahun 2000, ia aktif memimpin sejumlah lini bisnis. Ia pernah jadi Manager di Hotel Gurita, lalu menjabat Direktur di PT Eka Widya Gurita Kencana, CV Gurita Putra, hingga CV Bakti Kencana (2004). Track record ini bikin dia paham betul ritme dunia usaha—dari manajemen, pengelolaan SDM, sampai strategi bertahan di tengah persaingan pasar.
Modal pengalaman bisnis itu kemudian ia bawa ke ranah organisasi dan politik. Rinto tercatat pernah jadi Ketua Harley Davidson Surakarta (2002–2007), Bendahara Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Karanganyar (2002–2007), hingga Wakil Ketua GAPENSI (2006–2011). Artinya, jejaringnya nggak cuma di kalangan pengusaha, tapi juga pekerja dan sektor konstruksi.
Karier politiknya di Partai Demokrat juga bukan instan. Ia pernah menjabat Ketua Partai Demokrat Kabupaten Karanganyar (2006–2011), lalu naik level jadi Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Tengah. Posisi ini jadi bukti kalau ia dipercaya mengomandoi mesin partai di salah satu provinsi kunci di Indonesia.
Di DPR RI, Rinto dipercaya duduk di Komisi XIII, dan juga terlibat dalam sejumlah Panitia Khusus (Pansus) serta Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN). Peran ini menunjukkan bahwa ia nggak cuma fokus pada satu isu, tapi juga ikut mengawal pengawasan keuangan negara dan berbagai pembahasan strategis lintas sektor.
Gaya politik Rinto bisa dibilang low profile tapi terstruktur. Ia terbiasa bekerja lewat sistem dan organisasi, bukan sekadar tampil di depan kamera. Kombinasi pengalaman bisnis, organisasi, dan kepemimpinan partai bikin ia punya perspektif lengkap: ngerti dunia usaha, paham aspirasi pekerja, dan tahu cara kerja birokrasi.
Buat anak muda yang sering skeptis sama politik, sosok Rinto Subekti nunjukkin satu hal: jalur pengabdian itu bisa datang dari mana aja. Dari ruang meeting hotel, kantor direktur, sampai ruang rapat parlemen. Yang penting konsisten bangun kapasitas dan jaringan.
Sekarang, lewat perannya sebagai legislator, Rinto membawa semangat pengusaha dan organisator ke meja kebijakan. Nggak banyak drama, tapi tetap gas kerja. Karena buat dia, politik bukan cuma soal jabatan—tapi soal tanggung jawab.
