Manusiasenayan.id – Kalau ngomongin sosok politisi yang datang ke Senayan dengan bekal matang, nama Yulius Setiarto jelas nggak bisa dianggap remeh. Bukan tipikal politisi instan, Yulius ini punya perjalanan panjang dari dunia hukum sebelum akhirnya duduk sebagai anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDIP.
Lahir dan besar di Wonogiri, Jawa Tengah, Yulius sudah ditempa sejak kecil lewat pendidikan yang cukup disiplin. Ia mengawali sekolah di Kanisius Wonogiri (1984–1990), lanjut ke SMP Negeri 1 Wonogiri (1990–1993), lalu menempuh pendidikan di Pangudi Luhur St. Yoseph Surakarta (1995–1997). Dari sini aja udah kelihatan kalau fondasi pendidikannya kuat dan konsisten.
Masuk ke fase yang lebih serius, Yulius memilih jalur hukum. Ia kuliah di Fakultas Hukum UGM (1997–2003)—salah satu kampus paling bergengsi di Indonesia. Nggak berhenti di situ, ia juga memperdalam ilmunya lewat program Master Trade Investment and Competition Law (2013–2015). Bekal akademis ini jadi senjata utama yang bikin cara berpikirnya tajam dan berbasis analisis.
Karier profesionalnya dimulai sebagai Associate di Kantor Advokat Yan Apul & Rekan (2004–2009). Di sini, Yulius belajar langsung dari lapangan—ngurus kasus, ketemu klien, sampai memahami dinamika hukum di Indonesia. Tapi yang bikin levelnya naik adalah saat ia jadi Managing Partner SNP Law Firm Jakarta (2009–2024). Posisi ini bukan kaleng-kaleng, karena dia memimpin firma hukum dan menangani berbagai perkara strategis.
Nggak cuma di dunia kerja, Yulius juga aktif di berbagai organisasi. Ia pernah jadi Ketua Bidang Hukum Asosiasi Petani Muda Indonesia, lalu dipercaya sebagai Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Komite Independen Pemantau Pemilu. Bahkan, di ranah sosial-keagamaan, ia menjabat sebagai Ketua Umum Forum Masyarakat Katolik Indonesia Keuskupan Agung Jakarta dan juga Sekretaris Nasional FMKI.
Di level profesi, namanya juga tercatat di berbagai organisasi penting seperti Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI), Asosiasi Konsultan Hak Kekayaan Intelektual, hingga Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia. Ini nunjukin kalau jaringan dan kredibilitasnya di dunia hukum memang luas dan solid.
Masuk ke Senayan, Yulius langsung ditempatkan di Komisi I DPR RI—komisi yang ngurus isu-isu strategis kayak pertahanan, komunikasi, dan hubungan luar negeri. Di sinilah gaya khasnya muncul: tegas, kritis, dan nggak muter-muter. Background sebagai lawyer bikin setiap pernyataannya punya dasar kuat, bukan sekadar opini.
Menariknya, meski serius di isu negara, Yulius tetap punya perhatian ke masyarakat akar rumput. Pengalamannya di organisasi petani dan advokasi hukum bikin dia paham realita di lapangan, bukan cuma teori.
Singkatnya, Yulius Setiarto adalah contoh figur yang naik ke politik dengan modal nyata—pendidikan kuat, pengalaman panjang, dan jaringan luas. Di tengah dinamika politik yang sering penuh drama, sosok kayak dia justru jadi warna baru: tenang, tapi tajam.
