Manusiasenayan.id – Produksi beras nasional lagi on fire. Target yang dipatok pemerintah bukan cuma tercapai, tapi malah berhasil dilampaui. Anggota Komisi IV DPR RI, Ellen Esther Peleau, ikut angkat topi dan ngasih apresiasi atas capaian ini. Menurutnya, lonjakan produksi ini jadi langkah penting buat ngebangun ketahanan pangan yang lebih solid di Indonesia.
Tapi, di balik kabar baik ini, Ellen nggak mau pemerintah langsung santai. Ia langsung ngingetin: produksi tinggi harus dibarengin dengan pembenahan sektor pendukung, terutama soal irigasi yang masih jadi PR di banyak daerah.
Dalam rapat kerja di Senayan, Ellen menegaskan kalau capaian ini memang patut diapresiasi, tapi jangan sampai jadi euforia sesaat. “Produksi beras kita udah melampaui target, ini capaian penting buat pondasi nasional,” ujarnya.
Masalahnya, di lapangan, masih banyak saluran irigasi yang kondisinya jauh dari kata ideal. Bahkan, nggak sedikit yang udah dibangun tapi airnya nggak ngalir sama sekali. Nah, di sinilah Ellen mendorong pemerintah buat lebih serius dalam urusan pengawasan.
Ia menyoroti rencana rehabilitasi jaringan irigasi di tahun 2025 yang harus benar-benar dikawal. Walaupun secara teknis pembangunan ada di tangan Kementerian Pekerjaan Umum, Ellen tetap minta Kementerian Pertanian nggak lepas tangan. Soalnya, yang paling paham kebutuhan petani ya sektor pertanian itu sendiri.
“Jangan sampai irigasi dibangun cuma jadi formalitas, tapi nggak berfungsi. Ini harus dikawal serius,” tegasnya.
Menurut Ellen, kalau irigasi bisa berjalan optimal, produktivitas sawah juga bakal ikut naik. Artinya, capaian produksi beras bukan cuma sementara, tapi bisa dijaga bahkan ditingkatkan ke depannya.
Nggak cuma fokus ke beras, Ellen juga ngajak pemerintah buat nggak lupa sama komoditas lain. Ia mengingatkan bahwa ketahanan pangan nasional nggak boleh bergantung pada satu sumber aja.
Realitanya, beberapa komoditas strategis kayak kedelai dan bawang putih masih sangat bergantung pada impor. Kondisi ini, menurut Ellen, jadi tantangan besar yang harus segera diselesaikan.
“Ini jadi pergumulan kita semua. Kita harus bisa memperkuat produksi dalam negeri,” tutupnya.
Dengan kata lain, produksi beras yang lagi ngebut ini memang kabar baik. Tapi kalau nggak dibarengin dengan pembenahan sistem dan diversifikasi pangan, capaian ini bisa jadi cuma kemenangan sementara.
