Manusiasenayan.id – Kalau ngomongin sosok di balik layar kebijakan negara, nama Eka Widodo mungkin belum terlalu sering wara-wiri di timeline. Tapi jangan salah, perannya di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, khususnya di Komisi II, punya dampak yang gak main-main—terutama buat urusan pemerintahan dalam negeri, birokrasi, sampai soal agraria.

Lahir dan besar dari jalur pendidikan yang cukup “membumi”, Eka memulai perjalanannya dari SDN 03 Kendaldoyong (1989–1995), lanjut ke SMP Negeri 2 Petarukan (1995–1998), hingga akhirnya menempuh pendidikan di SMA Negeri 2 Pemalang (1998–2001) jurusan IPA. Background ini nunjukin kalau dia bukan sosok yang tiba-tiba muncul di panggung besar—tapi hasil proses panjang dari bawah.

Sebelum duduk di kursi parlemen, Eka Widodo juga punya pengalaman kuat di dunia bisnis. Dia pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT. Maju Baru Raya (2018–2024) dan juga Direktur Utama PT. Padupadan Niaga Nusantara (2021–2024). Pengalaman ini bikin cara pandangnya terhadap kebijakan jadi lebih realistis—karena dia tahu langsung gimana dunia usaha berjalan dan apa yang dibutuhkan di lapangan.

Di parlemen, perannya gak cuma formalitas. Selain di Komisi II, Eka juga aktif di Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) dan beberapa Panitia Khusus (Pansus). Di sinilah dia ikut mengawal transparansi anggaran dan memastikan kebijakan pemerintah tetap on track. Gayanya? Gak banyak drama, tapi tajam dalam pengawasan.

Satu hal yang cukup konsisten dari Eka adalah perhatiannya terhadap sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah. Buat dia, otonomi daerah itu harus berjalan bareng dengan akuntabilitas. Kalau gak sinkron, yang rugi bukan cuma pemerintah—tapi masyarakat luas yang jadi korban sistem yang gak rapi.

Di luar politik dan bisnis, Eka juga aktif dalam organisasi. Sejak 2007, dia terlibat di Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA)—sebuah jaringan alumni yang dikenal kuat dalam kontribusi sosial dan intelektual. Ini jadi salah satu ruang dia untuk tetap terhubung dengan komunitas dan pengembangan diri.

Menariknya, meskipun belum tercatat memiliki penghargaan formal, perjalanan kariernya sendiri sudah jadi bukti konsistensi. Dari dunia usaha ke parlemen, dari kerja teknis ke pengawasan kebijakan—semuanya dijalani dengan pendekatan yang low profile tapi berdampak.

Intinya, Eka Widodo adalah tipe politisi yang gak sibuk cari spotlight. Dia lebih fokus ke kerja sistem, memastikan roda pemerintahan tetap jalan dengan baik. Dan di tengah hiruk-pikuk politik yang sering penuh sensasi, sosok seperti ini justru jadi fondasi yang sering gak kelihatan—tapi penting banget.