Manusiasenayan.id – Kabar soal 11 juta peserta PBI JKN yang “dicoret” sempat bikin rame timeline. Tapi tenang, kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, ini bukan soal negara cabut perlindungan, tapi lagi beresin data biar bantuan tepat sasaran.

Gus Ipul ngejelasin, dari hasil pemutakhiran data, ada sekitar 11 juta peserta yang ternyata sudah nggak masuk kriteria penerima bantuan iuran. Isinya? Mulai dari yang sudah meninggal, jadi ASN, anggota TNI/Polri, sampai yang masuk kategori mampu menurut DTSEN.

“Ini bukan negara ngurangin perlindungan, tapi lagi menertibkan data supaya bantuan kesehatan jatuh ke yang bener-bener butuh,” tegas Gus Ipul.

Jadi, narasi yang bilang mereka “dibuang” itu agak melenceng. Faktanya, arah bantuan aja yang dialihin ke warga yang lebih layak, khususnya mereka di kelompok rentan desil 1 sampai 5. Negara tetap hadir, tapi lebih fokus ke yang paling butuh.

Kalau data yang salah terus dipelihara, yang rugi justru masyarakat miskin yang harusnya dapet hak. Makanya, pemerintah gaspol beresin data biar subsidi nggak salah alamat.

Soal isu DPR minta 11 juta peserta diaktifkan lagi, Gus Ipul juga ngelurusin. Katanya, yang ditekankan itu bukan aktivasi massal, tapi jaminan pelayanan kesehatan tetap jalan.

“Yang penting, siapa pun yang sakit tetap bisa dirawat. Pelayanan kesehatan itu prioritas, meski data administratif lagi ditata,” jelasnya.

Buat yang kepesertaannya nonaktif, nggak usah panik. Pemerintah udah nyiapin mekanisme reaktivasi cepat lewat dinas sosial atau kantor desa/kelurahan. Prosesnya juga nggak ribet—paling cepat satu hari, maksimal tiga hari.

Bahkan dalam kondisi darurat, reaktivasi bisa langsung diproses di fasilitas kesehatan. Kementerian Sosial bareng BPJS Kesehatan udah buka jalur khusus biar warga tetap bisa dapet layanan tanpa drama administrasi.

Gus Ipul juga ngingetin, jangan sampai kita nyampuradukkan antara status kepesertaan dan hak pelayanan kesehatan. Dua hal ini beda. Data boleh ditertibkan, tapi akses layanan tetap harus jalan.

Terakhir, soal pengalihan ke skema PBPU Pemda, dia menegaskan ini bukan berarti pusat lempar tanggung jawab ke daerah. Justru, ini bentuk kolaborasi biar perlindungan makin luas dan tepat.

Intinya simpel: data dibersihin, bantuan tetap jalan, dan negara makin fokus ke yang paling butuh. Fair game, kan?