Manusiasenayan.id – Ada kabar yang cukup bikin lega buat calon mahasiswa dari keluarga yang kondisinya serba pas-pasan. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) saat ini sedang menyiapkan skema beasiswa parsial sebagai solusi bagi mahasiswa yang masuk kategori desil 5, tetapi belum memenuhi syarat sebagai penerima KIP Kuliah.

Langkah ini muncul setelah banyak keluhan dari calon mahasiswa yang sebenarnya sudah berhasil lolos Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), namun tidak bisa mendapatkan bantuan pendidikan karena berada di luar kriteria penerima KIP Kuliah yang berlaku saat ini.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Prof. Sandro Mihradi, menjelaskan bahwa penentuan penerima KIP Kuliah memang masih mengacu pada aturan yang ada, termasuk keterbatasan anggaran pemerintah.

Menurutnya, penerima KIP Kuliah saat ini berasal dari kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi paling rentan, yakni mulai dari kategori sangat miskin hingga rentan miskin. Jika disetarakan dengan sistem desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), kelompok tersebut berada pada rentang desil 1 sampai desil 4.

Nah, persoalannya muncul ketika ada calon mahasiswa dari desil 5 yang sudah lolos masuk perguruan tinggi, tetapi tidak mendapatkan bantuan pendidikan karena berada di luar batas kriteria penerima KIP Kuliah.

Melihat kondisi tersebut, Kemdiktisaintek kini tengah menggodok skema beasiswa parsial yang diharapkan bisa menjadi jalan tengah. Berbeda dengan KIP Kuliah yang menanggung biaya pendidikan secara penuh sesuai ketentuan, skema baru ini nantinya akan memberikan bantuan biaya pendidikan dalam jumlah tertentu untuk membantu mahasiswa tetap bisa melanjutkan kuliah.

“Kami saat ini sedang menyiapkan skema untuk beasiswa parsial. Harapannya, bantuan ini bisa membantu mahasiswa dalam menjalani perkuliahan,” ujar Sandro dalam Rapat Dengar Pendapat Panitia Kerja Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru bersama Komisi X DPR RI.

Emang Desil 5 Itu Masuk Kategori Apa?

Biar nggak bingung, desil merupakan pembagian kelompok ekonomi masyarakat berdasarkan data kesejahteraan nasional.

Selama ini, penerima KIP Kuliah berasal dari kelompok:

  • Desil 1: Sangat miskin, prioritas bantuan sosial utama.
  • Desil 2: Miskin, prioritas bantuan sosial tinggi.
  • Desil 3: Hampir miskin, prioritas bantuan sosial menengah.
  • Desil 4: Rentan miskin, prioritas bantuan sosial terbatas.

Sementara itu, desil 5 sering disebut sebagai kelompok ekonomi yang masih serba pas-pasan. Mereka tidak masuk kategori miskin, tetapi juga belum sepenuhnya mampu secara finansial. Karena itu, kelompok ini kerap berada di posisi yang cukup dilematis: terlalu “mampu” untuk menerima bantuan penuh, tetapi masih kesulitan membiayai pendidikan tinggi secara mandiri.

Kalau skema beasiswa parsial ini benar-benar terealisasi, peluang mahasiswa dari desil 5 untuk tetap mengenyam pendidikan tinggi tentu bakal semakin terbuka. Setidaknya, mereka tidak lagi harus menghadapi pilihan sulit antara mengejar mimpi kuliah atau menyerah karena keterbatasan biaya.