Manusiasenayan.id – Di tengah dunia politik yang makin rame sama gimmick dan pencitraan, Mamberob Yosephus Rumakiek datang dengan gaya yang beda. Senator asal Papua Barat Daya ini nggak terlalu sibuk cari spotlight. Buat dia, politik bukan sekadar tampil di depan kamera atau lempar jargon di ruang sidang. Politik harus nyampe ke masyarakat dan terasa manfaatnya di lapangan.
Lahir di Taminabuan, 16 Maret 1979, Mamberob tumbuh dari lingkungan yang dekat dengan realitas masyarakat Papua. Pengalaman itu yang akhirnya membentuk cara pandangnya soal perjuangan daerah dan pentingnya suara masyarakat timur didengar di tingkat nasional.
Sebelum duduk di Senayan, Mamberob sudah lebih dulu aktif di dunia organisasi. Ia dikenal sebagai aktivis dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). Karier organisasinya juga nggak main-main. Ia pernah menjabat sebagai Ketua PP GMKI Masa Bakti 2008-2010, setelah sebelumnya menjadi Wakil Sekretaris Umum PP GMKI dan aktif di BPC GMKI Jayapura. Dari sana, gaya kepemimpinannya mulai terbentuk: tenang, komunikatif, tapi tetap keras kalau bicara soal kepentingan rakyat.
Latar belakang akademiknya juga cukup kuat. Ia merupakan alumni Pascasarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Indonesia. Bekal pendidikan itu bikin pendekatan politiknya terasa lebih dekat ke isu sosial dan kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar urusan elite.
Nama Mamberob mulai makin dikenal ketika terpilih menjadi anggota DPD RI Provinsi Papua Barat periode 2019-2024. Di periode itu, ia cukup aktif membawa isu pembangunan kawasan timur Indonesia, terutama soal ketimpangan infrastruktur, pelayanan publik, dan pembangunan daerah tertinggal.
Pada Pemilu 2024, kepercayaan masyarakat kepadanya ternyata masih kuat. Ia kembali terpilih menjadi anggota DPD RI mewakili Papua Barat Daya dengan raihan 52.542 suara. Angka itu jadi bukti kalau pendekatan politik yang dekat dengan masyarakat masih punya tempat di hati warga.
Yang bikin Mamberob cukup menonjol adalah gaya komunikasinya yang sederhana. Nggak bertele-tele dan nggak terlalu penuh bahasa elite politik. Ia lebih sering bicara soal kebutuhan nyata masyarakat Papua Barat Daya—mulai dari pendidikan, kesejahteraan sosial, sampai peluang anak muda di daerah timur Indonesia.
Sebagai seorang politisi sekaligus tokoh organisasi, Mamberob Rumakiek memperlihatkan kalau politik nggak selalu harus gaduh. Kadang, kerja yang konsisten dan kedekatan dengan masyarakat justru jadi kekuatan paling besar.
