Manusiasenayan.id – Isu agraria lagi-lagi jadi topik panas, dan kali ini DPR RI nggak mau setengah-setengah. Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, buka suara soal rencana pembentukan badan khusus buat ngegas implementasi reforma agraria biar nggak cuma jadi wacana doang. Intinya, mereka lagi mengkaji pembentukan Badan Pelaksana Reforma Agraria yang bakal turun langsung ke lapangan.

Menurut Saan, problem tanah di Indonesia tuh jarang yang simpel. Banyak kasus yang melibatkan konflik komunal, entah itu antar warga, warga lawan korporasi, atau bahkan sama institusi. Nah, kalau ditangani satu-satu alias personal, bakal ribet dan makan waktu. Makanya, DPR pilih fokus ke pendekatan komunal biar penyelesaiannya lebih efektif dan berdampak luas.

“Kalau personal bakal susah, jadi kita fokus ke konflik komunal biar lebih sistematis,” kata Saan dalam audiensi bareng aliansi buruh di Gedung Nusantara, Senayan.

Nggak cuma wacana, DPR juga siap tancap gas lewat Panitia Khusus (Pansus) Reforma Agraria yang bakal mulai bahas isu ini di masa sidang berikutnya, mulai 13 Mei 2026. Fokusnya jelas: redistribusi aset tanah dan penyelesaian konflik agraria yang udah lama jadi ganjalan.

Saan juga bilang, DPR bakal melakukan inventarisasi konflik-konflik agraria yang sifatnya komunal. Data ini penting banget buat ngerancang kebijakan yang lebih tepat sasaran. Jadi bukan cuma reaktif, tapi juga strategis.

Selain itu, DPR juga bakal menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) buat nyerap aspirasi dari berbagai pihak. Mulai dari buruh, petani, mahasiswa, sampai organisasi masyarakat sipil bakal diajak duduk bareng. Tujuannya? Biar kebijakan yang diambil nggak cuma top-down, tapi juga relevan sama kondisi di lapangan.

Audiensi ini sendiri dihadiri banyak pihak, dari pimpinan DPR, anggota komisi, sampai aliansi buruh dan organisasi seperti KASBI, WALHI, hingga Greenpeace. Kehadiran mereka nunjukin kalau isu agraria ini emang nggak bisa dianggap sepele—karena dampaknya luas banget ke kehidupan masyarakat.

Dengan langkah ini, DPR pengen memastikan reforma agraria nggak berhenti di atas kertas. Mereka lagi nyiapin skema biar program ini bisa jalan nyata, terkoordinasi, dan pastinya lebih adil buat semua pihak.