Manusiasenayan.id – Di dunia politik Indonesia yang isinya kadang penuh bahasa formal dan pencitraan rapi, sosok Ahmad Sahroni datang dengan vibe berbeda. Gayanya santai, omongannya ceplas-ceplos, tapi kariernya bikin banyak orang melongo. Gimana nggak, pria yang sekarang duduk di Komisi III DPR RI itu dulunya cuma seorang sopir di kawasan pelabuhan.

Lahir di Tanjung Priok, Jakarta Utara, 8 Agustus 1977, hidup Sahroni jauh dari cerita elite politik. Ia tumbuh di lingkungan sederhana Kebon Bawang. Pendidikan dasarnya dimulai di SDN Kebon Bawang, lanjut ke SMP Yappenda, lalu SMA Negeri 114 Jakarta. Setelah sempat fokus kerja demi bertahan hidup, dia akhirnya melanjutkan kuliah di STIE Pelita Bangsa Bekasi pada 2003–2009 dan kemudian menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi pada 2020.

Perjalanan hidup Sahroni bisa dibilang paket lengkap perjuangan anak Jakarta. Tahun 1998, dia bekerja sebagai sopir di PT Niaga Gemilang Samudera. Nggak lama kemudian pindah ke PT Millenium Inti Samudera, masih sebagai sopir. Tapi dari situ mental tempurnya kebentuk. Sahroni pelan-pelan naik level jadi staf operasional, lalu kepala operasional.

Karier bisnisnya mulai meledak saat dipercaya menjadi Direktur Operasional di PT Sagakos Intec pada 2003. Bahkan, dia kemudian duduk sebagai Direktur Utama perusahaan tersebut. Namanya makin dikenal setelah memimpin PT Ekasamudera Lima sebagai Direktur Utama selama hampir satu dekade, dari 2005 sampai 2014.

Dari dunia bisnis, Sahroni masuk ke politik lewat Partai NasDem. Di internal partai, kariernya juga ngebut. Dia pernah jadi Bendahara Umum DPW NasDem DKI Jakarta, Plt Ketua DPW, hingga Ketua DPW NasDem DKI Jakarta. Di DPR RI, dia dipercaya menjadi bendahara Fraksi NasDem dan aktif di Badan Musyawarah DPR RI serta Komisi III yang membidangi hukum, keamanan, dan HAM.

Tapi hidup Sahroni nggak cuma soal politik. Dia juga dikenal sebagai tokoh otomotif nasional. Namanya besar di komunitas mobil dan motor premium Indonesia. Dia pernah jadi Presiden Ferrari Owners Club Indonesia (FOCI), Presiden McLaren Club Indonesia, sampai akhirnya dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal Ikatan Motor Indonesia (IMI) pada 2021 dan Ketua Umum Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) pada 2023.

Baca Juga :

Meski sekarang identik dengan mobil sport, moge, dan gaya hidup mewah, Sahroni tetap sering membawa identitasnya sebagai “anak Priok”. Itu yang bikin banyak orang melihat dia bukan sekadar politisi biasa. Dari sopir pelabuhan sampai elite Senayan, perjalanan Ahmad Sahroni jadi bukti kalau latar belakang sederhana nggak selalu menentukan garis finish seseorang.