Manusiasenayan.id – Di balik hiruk-pikuk rapat dan pembahasan kebijakan di Senayan, ada sejumlah legislator perempuan yang datang dengan misi berbeda. Ada yang fokus mengangkat suara kelompok rentan, ada yang konsisten memperjuangkan kesehatan rakyat, hingga ada yang menjadi simbol hadirnya generasi muda dalam dunia politik. Tiga nama ini membuktikan bahwa perempuan di parlemen bukan sekadar pelengkap jumlah kursi, tetapi juga motor perubahan.

Novita Hardini: Membawa Suara Daerah ke Senayan

Sebelum menjadi anggota DPR RI periode 2024–2029, Novita Hardini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat di daerah. Pengalaman itulah yang membentuk fokus perjuangannya setelah masuk parlemen.

Di DPR, Novita banyak menaruh perhatian pada isu UMKM, penyandang disabilitas, ekonomi kreatif, hingga kesejahteraan guru. Ia percaya bahwa pembangunan harus dirasakan hingga ke daerah, bukan hanya berputar di kota-kota besar. Karena itu, Novita kerap mendorong penguatan ekonomi lokal dan pemberian ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang.

Buat Novita, politik bukan sekadar soal membuat aturan, tetapi memastikan kebijakan yang dibuat benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang paling membutuhkan.

Putih Sari: Konsisten Mengawal Kesehatan Rakyat

Kalau bicara soal isu kesehatan di DPR, nama Putih Sari termasuk yang cukup dikenal. Legislator yang kembali terpilih untuk periode 2024–2029 ini telah lama fokus mengawal berbagai persoalan kesehatan publik.

Mulai dari BPJS Kesehatan, kesehatan ibu dan anak, penanganan tuberkulosis (TBC), hingga pemerataan akses layanan kesehatan, menjadi isu yang terus ia perjuangkan. Menurutnya, kesehatan merupakan hak dasar yang harus bisa diakses seluruh masyarakat tanpa memandang lokasi maupun kondisi ekonomi.

Kisah Putih juga menarik karena ia merupakan putri dari Haryanto Taslam, aktivis reformasi yang pernah menjadi korban penculikan pada 1998. Latar belakang tersebut membuat perjalanan politiknya tidak lepas dari semangat memperjuangkan kepentingan publik melalui jalur demokrasi.

Annisa Mahesa: Simbol Anak Muda di Parlemen

Di saat banyak anak muda masih mencari arah karier, Annisa Mahesa justru mencatat sejarah sebagai salah satu anggota DPR RI termuda periode 2024–2029. Saat dilantik, usianya baru sekitar 23 tahun.

Kehadirannya menarik perhatian publik karena menunjukkan bahwa generasi muda juga mampu mengambil peran dalam proses pengambilan keputusan nasional. Annisa menjadi representasi bahwa politik bukan hanya milik generasi senior, tetapi juga ruang bagi anak muda yang ingin berkontribusi untuk bangsa.

Di tengah tantangan Indonesia yang semakin kompleks, kehadiran sosok muda seperti Annisa membawa perspektif baru sekaligus harapan bahwa semakin banyak generasi muda yang berani terlibat dalam dunia politik dan kebijakan publik.

Ketiganya datang dari latar belakang yang berbeda. Novita membawa semangat pemberdayaan masyarakat, Putih konsisten memperjuangkan kesehatan rakyat, dan Annisa menjadi wajah generasi muda di parlemen. Namun mereka memiliki satu kesamaan: sama-sama membuktikan bahwa perempuan di Senayan bukan cuma soal keterwakilan, melainkan tentang keberanian membawa perubahan yang nyata bagi masyarakat.