Manusiasenayan.id – Kalau ada yang bilang jalan menuju Senayan selalu dimulai dari dunia politik, kisah Bambang Purwanto membuktikan sebaliknya. Sebelum menjadi anggota DPR RI, ia lebih dulu menghabiskan puluhan tahun sebagai birokrat yang bergelut di bidang ketenagakerjaan dan transmigrasi. Pengalaman itu membuatnya paham bagaimana kebijakan pemerintah benar-benar dijalankan hingga ke tingkat daerah.
Lahir di Pacitan, 20 Januari 1955, Bambang mengawali pendidikannya di SD Negeri 6 Kedaung Bendo, kemudian melanjutkan ke Sekolah Teknologi Negeri I Pacitan dan STM Taman Siswa Taman Karyamadya Teknik. Semangat belajarnya tidak berhenti di bangku sekolah menengah. Ia kemudian menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada dengan konsentrasi Transmigrasi pada 1990 dan kembali menyelesaikan pendidikan tinggi di Universitas Islam Sultan Agung pada 2013 dengan mengambil Ilmu Hukum.
Karier profesional Bambang hampir seluruhnya dibangun dari sektor pemerintahan. Ia memulai sebagai Kepala KUPT Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada 1992. Setelah itu, kariernya terus meningkat menjadi Kepala Seksi, Kepala Sub Dinas, Sekretaris Dinas, hingga akhirnya dipercaya sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada 2009. Rekam jejak birokrasi yang panjang ini membuatnya memahami persoalan tenaga kerja, pembangunan daerah, hingga transmigrasi dari sisi kebijakan maupun pelaksanaan di lapangan.
Puncak pengabdiannya di daerah datang ketika ia terpilih sebagai Wakil Bupati Kotawaringin Barat pada 2012. Tiga tahun kemudian, Bambang dipercaya menjadi Bupati Kotawaringin Barat dan memimpin daerah tersebut hingga 2016. Pengalaman sebagai kepala daerah menjadi modal penting ketika akhirnya melangkah ke tingkat nasional.
Sejak 2019, Bambang dipercaya masyarakat Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah menjadi anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat. Pada periode 2024–2029, ia kembali mendapat amanah dan bertugas di Komisi IV DPR RI, komisi yang membidangi pertanian, kehutanan, kelautan, perikanan, dan lingkungan hidup.
Di Komisi IV, Bambang dikenal aktif mengawal berbagai isu yang berkaitan dengan ketahanan pangan, kesejahteraan petani, penguatan sektor perkebunan, hingga pembangunan pedesaan. Baginya, pembangunan tidak cukup hanya mengejar angka produksi, tetapi juga harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menjadi pelaku utama di sektor pangan.
Selain aktif di pemerintahan, Bambang juga memiliki perjalanan organisasi politik yang menarik. Ia pernah menjadi Dewan Penasehat Cabang Partai Gerindra pada periode 2013–2018 sebelum bergabung dengan Partai Demokrat. Sejak 2018, ia dipercaya menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kotawaringin Barat, posisi yang masih diembannya hingga kini.
Dedikasinya selama menjadi aparatur negara juga mendapat apresiasi melalui sejumlah penghargaan, di antaranya Teladan Harapan III (1994), Juara Terbaik I Pemilihan UPT (1994), serta Satyalancana Karya Satya atas pengabdiannya sebagai aparatur sipil negara.
Perjalanan Bambang Purwanto menunjukkan bahwa pengalaman panjang di birokrasi bisa menjadi bekal kuat dalam menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan di DPR RI. Dari ruang dinas, kantor bupati, hingga ruang rapat Komisi IV, fokusnya tetap sama: memastikan kebijakan negara benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya petani, nelayan, dan pelaku sektor pangan yang menjadi tulang punggung Indonesia.
