Manusiasenayan.id – Kawasan industri makin banyak, investasi terus berdatangan. Tapi buat Komisi VII DPR RI, ada satu hal yang nggak boleh kelewat: warga sekitar juga harus ikut kecipratan manfaatnya, bukan cuma jadi penonton di kampung sendiri.
Pesan itu disampaikan saat Panitia Kerja (Panja) RUU Kawasan Industri melakukan kunjungan ke Millennium Industrial Estate milik PT Bumi Citra Permai Tbk di Kabupaten Tangerang, Banten.
Wakil Ketua Tim Panja, Chusnunia Chalim, bilang kalau kawasan industri jangan cuma jago narik investor. Pengelola juga harus punya tanggung jawab buat membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri.
Menurutnya, pembahasan RUU Kawasan Industri harus benar-benar memastikan ada aturan yang bikin perusahaan wajib melibatkan warga lokal dalam proses rekrutmen. Jadi, semakin besar ekspansi industri, semakin besar juga peluang kerja yang bisa dinikmati masyarakat sekitar.
Soalnya, jangan sampai yang paling sering lihat aktivitas pabrik justru cuma warga sekitar, tapi yang kerja malah orang dari luar daerah.
Chusnunia bahkan menyinggung kondisi kawasan industri yang sudah berdiri sejak 2009. Meski usianya sudah lebih dari belasan tahun, menurutnya masih terlihat jarak antara kebutuhan industri dengan kualitas pendidikan masyarakat di sekitarnya.
Alhasil, banyak warga yang belum punya keterampilan atau latar belakang pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Ujung-ujungnya, lowongan kerja lebih banyak diisi tenaga kerja dari luar karena dianggap lebih siap.
Padahal, kata dia, masyarakat sekitar sudah lebih dulu merasakan dampak aktivitas industri. Mulai dari lalu lalang truk, debu, hingga perubahan lingkungan. Kalau dampaknya dirasakan bareng, manfaat ekonominya juga harus ikut dirasakan.
Makanya, DPR mendorong agar RUU Kawasan Industri memasukkan aturan yang lebih tegas soal penyerapan tenaga kerja lokal. Targetnya nggak main-main, sekitar 60 sampai 70 persen pekerja di kawasan industri diharapkan berasal dari masyarakat sekitar.
Bukan cuma itu, DPR juga ingin pengelola kawasan industri dan seluruh perusahaan tenant nggak tinggal diam. Mereka didorong membangun pusat pelatihan vokasi, bekerja sama dengan SMK maupun lembaga pendidikan, supaya lulusan di sekitar kawasan benar-benar punya skill yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Harapannya sederhana. Warga lokal nggak lagi cuma jadi penonton setiap kali ada pabrik baru berdiri. Mereka juga bisa ikut masuk, bekerja, meningkatkan penghasilan, dan tumbuh bersama perkembangan industri.
Bagi DPR, investasi memang penting. Tapi yang jauh lebih penting adalah memastikan pertumbuhan ekonomi nggak cuma dinikmati investor, melainkan juga masyarakat yang tinggal paling dekat dengan kawasan industri.
