Manusiasenayan.id – Kasus pengeroyokan pria yang diduga mencuri ayam di Tabanan, Bali, masih bikin publik geleng-geleng kepala. Bukan cuma karena korban berinisial KD tewas di lokasi, tapi juga karena video anak korban yang masih kecil menangis histeris di samping jasad ayahnya viral dan bikin banyak orang ikut tersentuh.

Sorotan kini datang dari Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah. Ia meminta kepolisian bergerak cepat dan menangkap semua orang yang terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut. Menurutnya, siapa pun yang terbukti ikut memukul, menganiaya, atau membantu aksi kekerasan itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum.

“Jangan sampai ada pelaku yang lolos. Semua yang terbukti ikut dalam pengeroyokan wajib diproses sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegas Abdullah, Senin (27/7/2026).

Buat Abdullah, dugaan pencurian bukan berarti seseorang boleh dihakimi ramai-ramai. Justru, kalau masyarakat mulai terbiasa main hakim sendiri, yang rugi bukan cuma korban, tapi juga rasa aman semua orang.

Menurut politikus PKB itu, urusan salah atau benar seseorang adalah tugas aparat penegak hukum, bukan massa. Karena itu, ia mengingatkan agar kasus seperti ini jangan sampai dianggap biasa atau terus berulang di kemudian hari.

Keadilan itu lahir dari proses hukum, bukan dari amarah massa,” pesannya.

Nggak cuma mendorong penindakan, Abdullah juga meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyebab munculnya aksi-aksi kekerasan seperti ini. Ia menilai masyarakat perlu lebih banyak mendapat edukasi soal hukum dan hak asasi manusia agar tidak gampang terpancing emosi saat menghadapi dugaan tindak pidana.

Selain itu, pemerintah juga diminta memperkuat deteksi dini terhadap potensi konflik di lingkungan masyarakat supaya kejadian serupa bisa dicegah sebelum berubah menjadi aksi brutal.

Hal lain yang nggak kalah penting, kata Abdullah, adalah nasib keluarga korban. Meski KD diduga mencuri ayam, istri dan anak-anaknya tetap memiliki hak sebagai warga negara yang wajib dilindungi.

Ia berharap negara hadir memberikan pendampingan, perlindungan, hingga memastikan keluarga korban tetap bisa menjalani hidup dengan layak tanpa harus menanggung beban berlapis akibat tragedi tersebut.

Sementara itu, polisi masih mengusut dua perkara sekaligus, yakni dugaan pencurian ayam dan kasus pengeroyokan yang menyebabkan KD kehilangan nyawa.

Kapolsek Baturiti Kompol I Nyoman Darsana mengatakan penyidik masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa dengan mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti.

Sejauh ini, polisi telah menetapkan lima warga sebagai tersangka. Mereka berinisial MJ, WS, KB, ML, dan ND.

Dari tangan para tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa pakaian, sebatang besi, dan bambu yang diduga dipakai untuk menganiaya korban.

Kasus ini kembali jadi pengingat kalau dugaan tindak pidana bukan tiket buat menghilangkan nyawa seseorang. Di negara hukum, semua orang berhak menjalani proses hukum yang adil. Kalau ada yang bersalah, biarkan pengadilan yang memutuskan—bukan emosi massa.