Manusiasenayan.id – Dunia politik nggak selalu dimulai dari ruang rapat ber-AC atau podium megah. Buat sebagian legislator, “sekolah” pertamanya justru ada di organisasi: belajar ngomong, ngatur program, menghadapi perbedaan pendapat, sampai memimpin orang lain. Tiga nama berikut punya cerita yang cukup menarik soal perjalanan dari organisasi kepemudaan menuju parlemen.

Achmad Daeng Se’re: Dari Karang Taruna, Lanjut ke Senayan

Achmad Daeng Se’re bukan nama baru dalam dunia politik Sulawesi Selatan. Legislator NasDem ini tercatat sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Dapil Sulawesi Selatan I. Namun, sebelum kembali ke Senayan, ia juga punya rekam jejak panjang di daerah. Profil resmi MPR RI mencatat Daeng Se’re pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Takalar, anggota DPR RI periode 2009–2014, hingga Wakil Bupati Takalar pada 2017–2022.

Yang bikin menarik, ia juga aktif di organisasi sosial dan kepemudaan. Sejak 2021, Daeng Se’re tercatat sebagai Ketua Karang Taruna Takalar. Jadi, urusan pemuda bukan cuma cerita di biodata, tapi memang pernah ia jalani langsung di level daerah.

Ferdiansyah: Anak Organisasi yang Langganan Memimpin

Kalau Ferdiansyah, cerita organisasinya bisa dibilang panjang banget. Politisi Golkar dari Dapil Jawa Barat XI ini kembali menjadi anggota DPR RI periode 2024–2029. Tapi jauh sebelum itu, ia sudah aktif dalam organisasi kepemudaan dan politik.

Ferdiansyah tercatat menjadi Ketua PP GM FKPPI sejak 1998 dan kemudian dipercaya sebagai Ketua DPP KNPI periode 2002–2005. Ia juga pernah memimpin DPP Angkatan Muda Partai Golkar pada 2004–2009.

Artinya, pengalaman memimpin organisasi bukan sekadar pelengkap CV. Forum, konsolidasi, debat gagasan, dan membangun jaringan sudah jadi bagian dari perjalanan politiknya sejak lama.

Ridwan Bae: Dari KNPI Sultra, Lanjut Jadi Legislator

Ridwan Bae punya jalur yang mirip, tapi dengan cerita daerah yang kuat. Politisi Golkar ini tercatat sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Dapil Sulawesi Tenggara. Sebelum masuk lebih jauh ke pemerintahan dan parlemen, ia aktif memimpin organisasi kepemudaan di daerah.

Profil resmi MPR RI mencatat Ridwan Bae pernah menjadi Ketua KNPI Kabupaten Muna pada 1989–1992, kemudian dipercaya sebagai Ketua KNPI Provinsi Sulawesi Tenggara pada 1995–1998. Setelah itu, kariernya berlanjut sebagai Bupati Muna 2000–2010 dan anggota DPR RI dalam beberapa periode.

Kalau dibuat versi tongkrongan: naik levelnya pelan-pelan, dari organisasi daerah, masuk pemerintahan, lalu sampai Senayan.