Manusiasenayan.id – Kalau ngomongin wakil rakyat dari Kalimantan Utara, nama Rahmawati cukup menarik buat diperhatiin. Politikus Partai Gerindra ini menjadi anggota DPR RI periode 2024–2029 dan duduk di Komisi VII. Ia membawa suara masyarakat Kaltara ke ruang politik nasional.
Dari Kaltara, Langsung ke Senayan
Rahmawati menjadi salah satu wajah politik Kaltara di DPR RI. Sebagai legislator dari daerah pemilihan Kalimantan Utara, ia punya ruang untuk membawa berbagai persoalan daerah ke level nasional.
Berdasarkan data riwayat AKD DPR RI, Rahmawati tercatat masuk Komisi VII pada 30 September 2024. Ia juga tercatat sebagai anggota Panitia Khusus (Pansus), meski data yang tersedia tidak mencantumkan periode detailnya.
Posisi tersebut membuat Rahmawati bersentuhan dengan berbagai isu yang berkaitan dengan kepentingan ekonomi dan pembangunan.
UMKM Jangan Cuma Disuruh Bertahan
Salah satu isu yang mendapat perhatian Rahmawati adalah UMKM. Pada April 2025, ia menyosialisasikan UU Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM kepada masyarakat dan pelaku usaha di Tanjung Selor.
Pembahasannya menyentuh hal-hal yang cukup dekat dengan pelaku usaha, mulai dari perizinan, pembiayaan, perlindungan usaha, teknologi, sampai akses pasar.
Buat Rahmawati, pelaku UMKM bukan cuma perlu bertahan menghadapi persaingan. Mereka juga perlu mendapat kesempatan untuk naik kelas.
Soal Pupuk, Petani Jangan Sampai Ribet
Perhatian Rahmawati juga menyentuh sektor pertanian. Dalam kunjungan kerja Komisi VII ke PT Pupuk Kalimantan Timur, ia menyoroti distribusi pupuk ke Kaltara yang dinilai belum sesuai kebutuhan.
Ia mendorong perbaikan distribusi agar petani di wilayah Kaltara bisa mendapatkan pupuk sesuai kebutuhan.
Rahmawati juga meminta BUMN tidak sekadar menjalankan aktivitas bisnis di daerah. Menurutnya, keberadaan BUMN juga harus memberi manfaat bagi masyarakat melalui tenaga kerja lokal, pelatihan, vokasi, dan beasiswa.
Jalan Rusak Juga Masuk Radar
Isu pembangunan daerah ternyata tidak berhenti di ruang rapat DPR. Pada Juni 2025, Rahmawati memberikan bantuan untuk perbaikan jalan di RT 61, Kelurahan Sabana Lama, Bulungan.
Jalan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan dan semakin bermasalah ketika musim hujan. Kondisi itu tentu berdampak langsung pada aktivitas warga.
Bagi masyarakat, persoalan seperti ini mungkin terlihat sederhana. Tapi kalau jalan rusak menghambat mobilitas setiap hari, dampaknya jelas terasa.
Data Pribadi? Belum Semua Tersedia
Untuk mengenal Rahmawati lebih jauh, ada satu hal yang perlu dicatat. Berdasarkan data profil DPR yang tersedia, bagian pendidikan, pekerjaan, penghargaan, dan organisasi tercatat “Tidak ada data”.
Artinya, informasi tersebut sebaiknya tidak diisi dengan asumsi atau data yang belum punya sumber jelas.
Yang sudah tercatat secara resmi adalah keterlibatannya dalam Komisi VII dan Panitia Khusus DPR RI.
Membawa Persoalan Kaltara ke Meja Kebijakan
Dari UMKM, pupuk, tenaga kerja, sampai infrastruktur, aktivitas Rahmawati memperlihatkan fokus pada sejumlah persoalan yang langsung bersinggungan dengan masyarakat daerah.
Sebagai legislator Gerindra dari Kaltara, tantangannya jelas bukan cuma hadir dalam rapat. Ia juga perlu memastikan persoalan yang muncul di daerah bisa mendapat perhatian dalam pembahasan kebijakan nasional.
Karena pada akhirnya, duduk di Senayan bukan cuma soal punya kursi. Yang lebih penting, suara dari Kaltara harus benar-benar terdengar.
