Manusiasenayan.id – Masuk dunia politik bukan berarti perjalanan karier harus dimulai dari nol. Buktinya, Ina Ammania punya pengalaman panjang di dunia pertelevisian dan bisnis sebelum kembali berkiprah di DPR RI. Perjalanan ini bikin profilnya menarik buat disimak, apalagi ia juga aktif dalam organisasi dan politik bersama PDI Perjuangan.
Ina menempuh pendidikan dasar di SDN Lenteng Agung pada 1972–1979, kemudian melanjutkan ke SMPN 98 Serengseng Sawah pada 1979–1982 dan SMA Unas YMIK pada 1982–1985. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Universitas Negeri Jakarta pada 1986–1991.
Bekal pendidikan tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan Ina sebelum terjun ke dunia profesional. Namun, bukan cuma pendidikan yang membentuk kariernya. Pengalaman kerja lintas bidang juga menjadi bagian penting dalam perjalanan panjangnya.
Dari Program TV, Lanjut Gaspol ke Dunia Bisnis
Sebelum dikenal sebagai politikus, Ina lebih dulu berkecimpung di industri hiburan. Pada 1990–1991, ia bekerja di sebuah production house sebagai programmer untuk program Ladies KIT Nonblok. Ia kemudian melanjutkan karier sebagai programmer di Idola pada 1991–1994 dan PT Multivision pada 1994–1999.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa perjalanan profesional Ina nggak langsung berkutat di dunia politik. Ia sempat menjalani pekerjaan di industri program televisi selama hampir satu dekade sebelum memasuki dunia bisnis.
Pada 2000–2011, Ina tercatat menjabat sebagai Direktur Utama PT Badra Nusa Gemilang dan PT Elka, sekaligus menjadi komisaris PT Badra Energi Nusantara. Di luar periode tersebut, ia juga tercatat sebagai komisaris PT Duta Marine sejak 2000 hingga sekarang berdasarkan data riwayat yang tersedia.
Perjalanan dari industri hiburan ke dunia bisnis ini menjadi salah satu sisi menarik dari profil Ina. Ia punya pengalaman di beberapa sektor sebelum menjalani peran sebagai wakil rakyat.
Dari Organisasi, Lanjut ke Parlemen
Perjalanan politik Ina juga nggak lepas dari aktivitas organisasi. Pada 2002, ia tercatat menjabat sebagai Ketua Departemen Pemerintah dan Otonom Daerah. Sejak 2008, ia menjadi anggota PDI Perjuangan dan tercatat sebagai Sekretaris Banteng Nusa serta Ketua Baguna.
Pengalaman organisasi tersebut berjalan beriringan dengan kiprahnya di parlemen. Ina pernah menjadi anggota DPR RI pada periode 2009–2014 dan kembali tercatat sebagai anggota DPR RI sejak 2019 berdasarkan data yang tersedia.
Saat ini, Ina bertugas di Komisi VIII DPR RI, yang membidangi urusan agama, sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, serta penanggulangan bencana. Ia juga tercatat sebagai anggota Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia sejak 2019.
Tantangan di Senayan, Bukan Cuma Soal Jabatan
Bertugas di Komisi VIII berarti berhadapan dengan isu-isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Mulai dari perlindungan kelompok rentan, kesejahteraan sosial, hingga penanganan bencana, semuanya membutuhkan perhatian dan pengawasan yang serius.
Pengalaman Ina di dunia profesional dan organisasi menjadi bagian dari latar belakangnya sebagai anggota parlemen. Namun, ukuran penting seorang wakil rakyat tetap terletak pada kerja nyata, sikap terhadap aspirasi masyarakat, dan kebijakan yang ikut dikawal.
Dari dunia program televisi, bisnis, organisasi, hingga parlemen, perjalanan Ina Ammania melewati beberapa babak karier yang berbeda. Kini, tantangannya adalah memastikan peran di Senayan benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar menambah panjang daftar jabatan.
