Manusiasenayan.id – Budaya lokal bukan sekadar peninggalan zaman dulu, tapi juga identitas yang bikin suatu daerah punya ciri khas. Makanya, kesenian tradisional perlu terus dijaga supaya nggak kalah saing sama perkembangan zaman. Salah satu yang perlu mendapat perhatian adalah Cilokak, kesenian musik tradisional khas masyarakat Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) NTB, Fauzan Khalid, menunjukkan dukungannya kepada para seniman Cilokak. Saat bersilaturahmi dengan Grup Cilokak Alur Wah di Desa Pandan Indah, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, Selasa (13/10/2026), Fauzan menegaskan komitmennya untuk ikut menjaga kesenian khas Sasak tersebut agar tetap eksis.
Menurut Fauzan, perhatian kepada seniman lokal menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga warisan budaya. Bukan cuma datang dan memberikan apresiasi, dukungan juga perlu diwujudkan lewat pembinaan serta kesempatan tampil di berbagai acara.
“Silaturahmi kepada para seniman lokal ini sebagai wujud apresiasi dan perhatian kami, khususnya Fraksi NasDem DPR RI kepada para seniman. Kami berkomitmen untuk terus mendukung dan bersama-sama ikut melestarikan Cilokak sebagai kesenian khas Sasak yang sangat berharga ini,” kata Fauzan.
Dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria di Jakarta, Jumat (16/10/2026), Fauzan menjelaskan bahwa Cilokak bukan sekadar pertunjukan musik buat menghibur penonton. Kesenian ini juga membawa pesan kehidupan melalui perpaduan musik dan syair yang sarat makna.
Syair Cilokak biasanya menggunakan lelakaq atau kayaq, yaitu puisi tradisional Sasak yang mirip pantun. Pesannya pun beragam, mulai dari nasihat, nilai moral, sampai ajaran keagamaan yang diwariskan secara turun-temurun lewat tradisi lisan.
Dari sisi musik, Cilokak punya perpaduan instrumen yang khas. Ada gambus, suling, gendang, biola, mandolin, rerincik, hingga jidur yang mengiringi setiap penampilannya. Kesenian ini juga sering hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat, seperti acara perkawinan adat, khitanan, dan perayaan daerah.
Bagi Fauzan, melestarikan budaya nggak cukup hanya dengan mempertahankan pertunjukannya. Para seniman juga butuh pembinaan dan panggung yang lebih luas supaya karya mereka tetap dikenal, terutama oleh generasi muda.
Karena itu, anggota Komisi II DPR RI tersebut menyatakan siap menjadi pembina Grup Cilokak Alur Wah sesuai permintaan para seniman. Ia juga berupaya membuka peluang agar grup tersebut bisa tampil di berbagai ajang besar yang digelar di Lombok.
“Sekali lagi, karena ingin turut melestarikan budaya Sasak, maka saya pun berjanji siap menjadi pembina Grup Cilokak Alur Wah sesuai permintaan para seniman. Saya upayakan agar grup cilokak bisa pentas pada ajang-ajang besar yang digelar di Lombok,” ujar politisi Fraksi Partai NasDem itu.
Ketua Grup Cilokak Alur Wah, Sahdan, menyambut baik kesediaan Fauzan. Ia mengapresiasi perhatian tersebut dan berharap dukungan yang diberikan bisa membantu kelompoknya terus berkembang.
Lewat pembinaan dan kesempatan tampil yang lebih luas, Cilokak diharapkan nggak cuma bertahan sebagai warisan leluhur, tetapi juga makin dikenal anak muda. Soalnya, budaya lokal bakal tetap hidup kalau ada yang mau menjaga, mengenalkan, dan meneruskannya ke generasi berikutnya.
