Manusiasenayan.id – Wakil Ketua MPR RI, A.M. Akbar Supratman, kasih apresiasi buat langkah cepat Kepolisian yang menggerebek sejumlah lokasi yang diduga jadi sarang peredaran narkoba di belasan provinsi. Dalam operasi pada 9–11 Oktober 2026, ratusan orang yang diduga sebagai pengedar dan pengguna narkoba berhasil diamankan.
Buat Akbar, langkah ini jadi sinyal positif kalau perang melawan narkoba nggak boleh cuma berhenti di omongan. Aparat harus turun langsung dan bergerak nyata buat memutus rantai peredarannya.
Apalagi, gebrakan tersebut berlangsung hanya sepuluh hari setelah Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dilantik sebagai Kapolri, menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
“Kami sangat mengapresiasi gebrakan polisi di bawah kepemimpinan Jenderal Suyudi,” kata Akbar dalam siaran pers, Senin (12/10/2026).
Ia menilai semangat Polisi Bersama Masyarakat harus benar-benar dibuktikan lewat aksi di lapangan, bukan sekadar slogan yang terdengar keren.
Narkoba Bukan Masalah Sepele
Menurut Akbar, penyalahgunaan narkoba sekarang sudah makin meresahkan masyarakat dan berpotensi membahayakan masa depan bangsa. Karena itu, pemberantasannya harus jadi prioritas utama bagi aparat penegak hukum.
Penunjukan Suyudi yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai Kapolri juga dinilai membawa pesan penting. Presiden Prabowo Subianto disebut telah memberikan arahan langsung agar pemberantasan narkoba mendapat perhatian serius.
Namun, Akbar mengingatkan agar gebrakan ini nggak cuma ramai di awal kepemimpinan. Operasi harus terus berjalan secara konsisten supaya dampaknya benar-benar terasa, bukan sekadar jadi berita sesaat.
“Mudah-mudahan, gebrakan ini bisa mendatangkan efek jera untuk para pengedar dan pengguna narkoba,” ujar senator asal Sulawesi Tengah tersebut.
Akbar pun optimistis Suyudi punya komitmen kuat buat mempersempit ruang gerak peredaran narkoba di Indonesia.
Belasan Provinsi Jadi Sasaran Operasi
Dalam operasi pada 9–11 Oktober 2026, polisi menyasar sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi peredaran narkoba di berbagai daerah.
Di Jakarta Barat, aparat menggerebek Kampung Ambon dan Kampung Boncos. Dari operasi tersebut, polisi mengamankan 24 orang yang diduga sebagai pengedar dan pengguna narkoba.
Sementara itu, di Palu, Sulawesi Tengah, dua orang yang diduga sebagai pengguna narkoba turut diamankan. Secara keseluruhan, operasi di belasan provinsi itu menjaring ratusan orang yang diduga terlibat dalam peredaran maupun penyalahgunaan narkoba.
Nggak berhenti di situ, polisi juga menangani persoalan keamanan lain. Di Madura dan Bogor, aparat turun tangan menangani masalah geng motor dan balapan liar.
Langkah ini diharapkan bisa membantu menekan angka kriminalitas sekaligus bikin lingkungan masyarakat lebih aman dan tertib.
Polisi Harus Dekat dengan Rakyat
Akbar berharap kepemimpinan Suyudi bisa membawa Kepolisian semakin dekat dengan masyarakat. Menurutnya, polisi juga harus siap menerima kritik, terbuka terhadap masukan, dan terus memperbaiki kualitas pelayanan.
Intinya, kepercayaan publik nggak cukup dibangun lewat operasi besar-besaran. Masyarakat juga perlu merasakan kehadiran polisi yang responsif, adil, dan mau mendengarkan aspirasi mereka.
“Dengan menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi tugas-tugas kepolisian, tentu polisi semakin dicintai,” tutup Akbar.
