ManusiaSenayan.id Gengs, ada update dari DPR. Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini, kasih komentar soal target pertumbuhan ekonomi. Menurut beliau, angka 5,4% di akhir 2025 masih mungkin banget dicapai. Walau di kuartal II kemarin ekonomi kita baru nyentuh 5,12%, katanya masih ada waktu buat ngejar.

“Pertumbuhan ekonomi 5,4 itu menurut saya masih make sense. Hari ini (pertumbuhan di Triwulan II-2025) kita di angka 5,12 persen, dan kita masih punya waktu untuk mengejarnya. Tapi Presiden tidak bisa bekerja sendiri, harus ada dukungan penuh dari para pembantunya yang mampu menerjemahkan visi presiden menjadi aksi nyata,” ujar Anggia saat merespons Pidato Kenegaraan Presiden.

Nah, artinya para menteri jangan cuma jago bikin jargon atau pamer powerpoint, tapi harus beneran kerja. Soalnya kalau Presiden udah lari kenceng tapi pembantunya masih sibuk ngatur pencitraan di medsos, ya target 5,4% bisa tinggal mimpi.

Anggia juga ngasih apresiasi buat realisasi investasi yang udah nyentuh Rp942 triliun. Tapi doi ngingetin, “Kita harus pastikan investasi itu tepat sasaran, mampu mengembangkan ekonomi rakyat, dan dirasakan manfaatnya secara menyeluruh. Investasi tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan kelompok tertentu, tapi harus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.”

Satirenya di sini: jangan sampai investasi kayak promo flash sale—cuma dinikmati segelintir orang, sementara rakyat biasa masih pusing mikirin harga beras.

Soal defisit anggaran, Anggia juga bilang pemerintah punya aset dan modal besar buat antisipasi. “Kita apresiasi langkah perapian aset yang dilakukan, meski indikator keberhasilannya belum terlihat karena masih berjalan. Tugas kita di DPR adalah memastikan investasi dan pemanfaatan aset itu tepat sasaran, agar hasilnya benar-benar untuk kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.

Intinya: kalau mau target 5,4% kejadian, pemerintah kudu kerja bareng, jangan cuma bareng kalau lagi foto keluarga kabinet.