Manusiasenayan.id – Perjalanan menuju Senayan bukan sesuatu yang instan bagi H. Ashari Tambunan. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini punya perjalanan panjang di dunia usaha, organisasi, hingga pemerintahan daerah. Berbekal pengalaman tersebut, kini ia membawa kiprahnya ke DPR RI untuk ikut mengawal berbagai persoalan masyarakat.
Lahir dari latar pendidikan yang cukup beragam, Ashari mengawali pendidikan di Bhayangkari Medan pada 1962–1968, kemudian melanjutkan ke Immanuel Medan. Setelah itu, ia menempuh pendidikan di Immanuel Medan Xaverius Jambi dengan mengambil bidang Ilmu Pasti dan Ilmu Pengetahuan Alam. Perjalanan akademiknya berlanjut ke Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada 1975–1980.
Sebelum terjun ke pemerintahan, Ashari lebih dulu malang melintang di dunia usaha. Pada 1981–2014, ia berkarier sebagai wiraswasta dengan posisi direktur. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bekal sebelum akhirnya masuk ke dunia pemerintahan.
Bukan cuma urusan bisnis, Ashari juga punya rekam jejak panjang di organisasi. Kiprahnya di Nahdlatul Ulama (NU) Sumatera Utara dimulai sebagai Ketua PW LPNU pada 2000–2003, kemudian menjadi Bendahara PW NU Sumatera Utara pada 2003–2007. Bahkan, ia dipercaya menjadi Ketua PW NU Sumatera Utara selama 2007–2014.
Karier pemerintahannya mencapai babak penting ketika ia menjabat sebagai Bupati Deli Serdang pada 2014–2023. Selama memimpin daerah tersebut, berbagai penghargaan berhasil diraih. Di antaranya Penghargaan TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik pada 2017, Kabupaten Peduli HAM pada 2017 dan 2018, serta Adipura untuk Kota Lubuk Pakam.
Deretan apresiasi lainnya juga datang dari bidang pendidikan, lingkungan, olahraga, hingga pelayanan publik. Beberapa di antaranya Kalpataru, Adiwiyata Mandiri, Manggala Karya Kencana, dan Dwija Praja Nugraha.
Setelah bertahun-tahun berkecimpung di pemerintahan daerah, Ashari melanjutkan perjalanan politiknya ke tingkat nasional. Kini, sebagai anggota DPR RI Fraksi PKB periode 2024–2029, ia mendapat penugasan di Komisi VIII dan Badan Legislasi (Baleg).
Di Komisi VIII, ia ikut mengawal isu agama, sosial, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan penanggulangan bencana. Sementara di Baleg, perhatiannya juga diarahkan pada proses pembentukan dan pembahasan regulasi.
Dari dunia usaha, organisasi NU, hingga pemerintahan daerah, Ashari punya bekal pengalaman yang cukup panjang. Kini tantangannya adalah membawa pengalaman tersebut menjadi kontribusi nyata di parlemen. Dari Deli Serdang ke Senayan, saatnya pengalaman diuji lewat kerja dan keberpihakan kepada masyarakat!
