Manusiasenayan.id – Kalau ada yang bilang jalan menuju Senayan itu harus langsung dari panggung politik nasional, Askweni punya cerita yang beda. Perjalanannya justru dimulai dari dunia pendidikan, lanjut ke DPRD Kabupaten, naik ke DPRD Provinsi, sampai akhirnya dipercaya menjadi anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Fraksi PKS.
Askweni menempuh pendidikan dasar di SD 1 Bayu Ampar pada 1981–1987. Setelah itu, ia melanjutkan ke SMPN 6 Kayu Agung dan SMA 1 Kayu Agung. Langkah akademiknya kemudian berlanjut ke Universitas Sriwijaya pada 1993–1999.
Menariknya, sebelum sibuk dengan urusan politik, Askweni lebih dulu merasakan langsung dunia pendidikan. Pada 1997–2004, ia tercatat menjadi guru di PPRU Sakatiga. Jadi, sebelum berbicara soal kebijakan di ruang parlemen, ia sudah lebih dulu berhadapan dengan dunia pendidikan dan masyarakat secara langsung.
Dari ruang kelas, Askweni kemudian banting setir ke dunia legislatif. Tahun 2004 menjadi titik penting ketika ia mulai duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Selama satu dekade, ia menjalani aktivitas sebagai legislator daerah hingga 2014.
Perjalanannya belum berhenti. Pada 2014–2024, Askweni melanjutkan kiprahnya sebagai anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan. Artinya, sebelum sampai ke Senayan, ia sudah punya pengalaman sekitar 20 tahun di lembaga legislatif daerah.
Selain politik praktis, Askweni juga punya perjalanan organisasi yang cukup panjang. Saat masih muda, ia pernah dipercaya sebagai Ketua OSIS pada 1991–1992. Setelah itu, kiprahnya berlanjut di struktur PKS Sumatera Selatan. Ia tercatat menjadi Deputi Kelaporan DPW PKS Sumatera Selatan pada 1998–2000, kemudian menjabat Wakil Ketua DPW PKS Sumatera Selatan pada 2017–2021.
Sejak 2021 hingga sekarang, Askweni tercatat sebagai Kabid BP3 DPW PKS Sumatera Selatan.
Kini, level permainannya sudah berbeda. Sebagai anggota DPR RI Fraksi PKS, Askweni ditempatkan di Komisi VI, komisi yang berkaitan dengan sektor perdagangan, perindustrian, BUMN, koperasi, dan sejumlah isu ekonomi nasional. Komisi VI sendiri menjadi salah satu AKD tetap DPR RI periode 2024–2029.
Selain Komisi VI, Askweni juga tercatat terlibat dalam Badan Anggaran serta sejumlah Panitia Khusus (Pansus).
Kalau ditarik garis besarnya, perjalanan Askweni memang nggak instan. Dari guru, lanjut jadi legislator kabupaten, naik ke provinsi, lalu akhirnya sampai ke Senayan.
Modalnya bukan cuma pengalaman politik, tapi juga perjalanan panjang bersama masyarakat. Sekarang tantangannya tinggal satu: bagaimana pengalaman dua dekade di daerah itu bisa dibawa naik level menjadi kebijakan nasional yang benar-benar terasa manfaatnya.
Karena pada akhirnya, duduk di Senayan bukan sekadar soal kursi. Yang lebih penting adalah apa yang bisa dikawal dan diperjuangkan dari kursi tersebut.
