Manusiasenayan.id – Kalau ngomongin politisi dengan “jam terbang lapangan” yang beneran kebukti, nama Endang Agustina layak banget masuk list. Bukan tipikal yang tiba-tiba muncul di Senayan, tapi sosok yang naik level pelan-pelan dari bawah, literally dari jalanan sampai ruang rapat DPR.

Cerita Endang dimulai dari pendidikan yang cukup “relatable”—SDN Citayam 1 (1974–1981), lanjut ke SMPN 1 Depok (1981–1983), dan SMAN 28 Jakarta (1983–1986). Nggak langsung lompat ke dunia elite, dia sempat jeda sebelum akhirnya kuliah di Universitas Ahmad Yani (1991–1996) ambil Ilmu Administrasi Negara, lalu upgrade lagi ke S2 Ilmu Hukum di UNLAM (2012–2014). Track ini nunjukin satu hal: prosesnya panjang, tapi konsisten.

Nah, yang bikin profilnya makin solid adalah kariernya di kepolisian. Endang bukan orang baru di dunia hukum—dia memulai dari BINTARA POLRI (1987–1988), lalu naik jadi Perwira Samapta (1998–1999). Kariernya terus nanjak, dari Kapolsek, Kasat Reskrim, sampai akhirnya pegang posisi strategis seperti Kasubdit (2014–2021) dan Wadir Krimsus (2021–2022). Bahkan di 2023, dia dipercaya jadi Kabid Binsis. Ini bukan perjalanan instan—ini hasil dari puluhan tahun di lapangan, ngurus kasus nyata, bukan teori doang.

Prestasinya juga nggak kaleng-kaleng. Dia dapet Bintang Bhayangkara Nararya (2020), plus penghargaan loyalitas seperti Satyalencana Kesetiaan 32 Tahun (2023). Artinya? Dedikasinya bukan cuma kelihatan, tapi juga diakui secara institusi.

Masuk ke dunia politik, Endang nggak datang dengan tangan kosong. Sekarang dia duduk sebagai Anggota DPR RI Komisi III yang ngebahas isu hukum, HAM, dan keamanan—bidang yang udah dia pahami dari dalam sistem. Nggak heran kalau dia juga aktif di Panitia Khusus (Pansus). Pengalamannya bikin dia nggak cuma ngomong normatif, tapi ngerti realita di lapangan.

Di luar itu, Endang juga terlibat di organisasi keagamaan sebagai Mukhtasyar PC NU sejak 2021, yang nunjukin kalau dia nggak cuma fokus ke negara, tapi juga ke basis sosial masyarakat.

Kalau ditarik benang merahnya, Endang Agustina adalah contoh politisi yang nggak dibentuk oleh panggung, tapi oleh proses panjang dan pengalaman nyata. Di tengah banyaknya figur yang viral karena gimmick, dia justru tampil dengan gaya sebaliknya: tenang, teknis, dan tahu apa yang dia kerjain.

Dan mungkin, di era politik yang makin bising, sosok kayak gini justru yang diam-diam paling dibutuhin.