Manusiasenayan.id – Kalau ngomongin soal pendidikan, sekarang ada update yang cukup bikin napas agak lega. Anggota Komisi X DPR RI, Once Mekel, ngasih penjelasan bahwa PAUD kini resmi masuk dalam skema wajib belajar 13 tahun. Artinya? Bukan sekadar wacana—negara mulai serius ngurus pendidikan dari level paling dasar.
Hal ini disampaikan Once saat turun langsung ke dapilnya di Ragunan, Jakarta Selatan. Di sana, banyak warga yang nanya: “Emang PAUD udah beneran diperhatiin negara?” Jawabannya: iya, dan makin konkret. Once bilang, dengan masuknya PAUD ke dalam sistem wajib belajar, otomatis pemerintah bakal nyiapin anggaran, fasilitas, sampai dukungan buat guru PAUD.
Tapi jangan salah paham dulu. PAUD yang dimaksud di sini bukan semua jenis. Once ngejelasin dengan cukup clear—yang masuk dalam hitungan wajib belajar itu adalah PAUD satu tahun sebelum anak masuk SD, bukan playgroup atau daycare biasa. Jadi fokusnya memang ke fase transisi penting sebelum pendidikan formal dimulai.
Begitu statusnya jadi bagian dari wajib belajar, konsekuensinya jelas: negara wajib hadir. Mulai dari bangun fasilitas yang layak, ningkatin kualitas ruang belajar, sampai memastikan tenaga pengajar punya sertifikasi profesional. Jadi bukan cuma ada, tapi juga berkualitas.
Di sisi lain, obrolan soal pendidikan nggak berhenti di PAUD aja. Banyak juga orang tua yang curhat soal kurikulum dan efek negatif penggunaan gawai ke anak-anak. Once nangkep keresahan ini dan ngasih pesan yang cukup relate: orang tua juga harus ambil peran, terutama dalam ngebatasin akses sosial media.
Menariknya lagi, ada wacana yang lagi digodok soal pembatasan penggunaan gadget buat anak sampai usia tertentu—bahkan bisa sampai 16 tahun. Tujuannya simpel: biar anak nggak terlalu cepat terekspos hal-hal yang belum waktunya mereka konsumsi.
Di ujung pembahasannya, Once nekenin satu hal penting—pendidikan itu nggak cuma soal bagus, tapi juga harus merata. Dengan masuknya PAUD ke dalam sistem wajib belajar dan berbagai pembenahan yang lagi disiapkan, harapannya semua anak Indonesia punya akses yang sama buat dapet pendidikan yang layak sejak dini.
Intinya, ini bukan sekadar kebijakan di atas kertas. Kalau dijalanin serius, langkah ini bisa jadi fondasi kuat buat masa depan generasi berikutnya.
