ManusiaSenayan.id – Guys, ada peringatan serius nih dari Anggota Komisi IX DPR RI, Achmad Ru’yat. Beliau bilang fenomena fatherless alias absennya peran ayah di rumah makin parah, dan dampaknya bukan main-main. Ini bukan sekadar isu keluarga, tapi udah nyeret ke masalah tumbuh kembang anak bahkan stunting.

Fenomena fatherless bukan hanya soal ketidakhadiran fisik ayah, tetapi juga menyangkut minimnya keterlibatan dalam pengasuhan anak. Hal ini jelas berpengaruh pada kesehatan mental, tumbuh kembang, bahkan gizi anak,” ujar Ru’yat.

Data UNICEF 2021 juga bikin kita melongo: 20,9% anak Indonesia tumbuh tanpa peran ayah. Itu berarti 1 dari 5 anak, Bro! Alasannya macam-macam, mulai dari perceraian, kematian, kerja di luar negeri, sampai budaya yang nganggep ayah tugasnya cuma cari nafkah.

Menurut Ru’yat, kondisi ini efek domino banget. Anak bisa rentan gangguan mental, kesulitan bangun identitas diri, kontrol perilaku, sampai nyemplung ke masalah sosial. “Anak yang tidak mendapatkan peran utuh dari ayahnya bisa kehilangan arah, mudah terpengaruh hal negatif, bahkan mengalami keterlambatan tumbuh kembang. Inilah yang membuat masalah stunting semakin kompleks,” tegasnya.

Makanya, Ru’yat kasih solusi. Pertama, edukasi keluarga biar semua sadar kalau ngurus anak itu bukan kerjaan ibu doang. Kedua, cuti ayah perlu diperluas biar bapak-bapak bisa hadir di masa awal kelahiran. Ketiga, program penurunan stunting wajib banget masukin peran ayah.

Ru’yat juga dorong BKKBN bikin kebijakan konkret supaya masyarakat makin paham pentingnya ayah terlibat dalam pengasuhan.

Intinya, jadi ayah itu bukan cuma setor duit tiap bulan. Kalau cuma hadir fisik tapi hati dan pikiran AFK, anak bisa tumbuh kayak “main game tanpa WiFi”: jalan, tapi tersendat-sendat.