Manusiasenayan.id – Kalau dengar nama Hasan Saleh, sebagian orang mungkin langsung mengaitkannya dengan dunia militer. Wajar saja. Sebelum menjadi anggota DPR RI, pria kelahiran Pinrang, Sulawesi Selatan, 17 Agustus 1957 ini menghabiskan sebagian besar hidupnya sebagai prajurit TNI AD.
Tapi seperti banyak cerita menarik di politik Indonesia, perjalanan Hasan Saleh ternyata tidak berhenti saat ia pensiun dari militer. Justru setelah melepas seragam loreng, ia memilih masuk ke arena baru: politik dan kebijakan publik.
Hasan mengawali pendidikannya di SD Negeri 6 Tahun, lalu melanjutkan ke SMP Negeri Leppangeng dan SMA Negeri 158 Palopo. Di tengah karier militernya, ia juga menempuh pendidikan tinggi di Universitas Muhammadiyah Malang jurusan Ilmu Pemerintahan (1987–1990). Bekal akademik itu menjadi pelengkap pengalaman panjangnya dalam mengelola organisasi dan birokrasi negara.
Karier militernya dimulai setelah lulus dari AKABRI Darat tahun 1983. Selama lebih dari 30 tahun berdinas di TNI AD (1983–2015), Hasan menempati berbagai posisi strategis hingga mencapai pangkat Mayor Jenderal TNI. Ia pernah bertugas sebagai Koordinator Staf Ahli Pangkostrad, Perwira Staf Ahli Panglima TNI, hingga Kepala Sekretariat Umum TNI. Perjalanan itu menjadikannya salah satu perwira yang kenyang pengalaman dalam urusan kepemimpinan dan tata kelola organisasi.
Namun setelah pensiun pada 2015, Hasan memilih jalur pengabdian yang berbeda. Ia bergabung dengan Partai Demokrat dan maju sebagai calon anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Kalimantan Utara pada Pemilu 2019.
Langkah itu ternyata berbuah manis. Hasan berhasil terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2019–2024 dan kembali mendapatkan kepercayaan masyarakat pada Pemilu 2024 untuk periode 2024–2029. Konsistensi dukungan ini menunjukkan bahwa namanya masih memiliki tempat di hati masyarakat Kalimantan Utara.
Di parlemen, Hasan kini bertugas di Komisi IV DPR RI, komisi yang membidangi sektor strategis seperti pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, perikanan, hingga lingkungan hidup. Singkatnya, komisi yang mengurus banyak hal yang berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan sumber daya alam Indonesia.
Menariknya, perjalanan Hasan memperlihatkan bagaimana seorang mantan jenderal bisa bertransformasi menjadi legislator. Dari memimpin pasukan di lapangan hingga terlibat dalam pembahasan kebijakan di ruang rapat DPR, medan juangnya memang berubah. Namun semangat pengabdiannya tetap sama.
Bagi Hasan Saleh, tugas menjaga negara tidak selalu harus dilakukan dengan seragam militer. Kini, lewat kursi parlemen dan kerja legislasi di Senayan, ia melanjutkan pengabdian dengan cara yang berbeda—mengawal kebijakan yang berdampak langsung pada petani, nelayan, dan masyarakat Indonesia secara luas.
