Manusiasenayan.id – Kalau dengar kata politik, yang kebayang biasanya sosok senior dengan pengalaman puluhan tahun. Padahal sekarang ceritanya mulai berubah. Di periode DPD RI 2024–2029, ada sederet wajah muda yang berhasil menembus Senayan dan dipercaya mewakili daerahnya.
Mereka datang bukan cuma modal umur, tapi juga membawa energi baru, ide-ide segar, dan semangat buat bikin daerahnya berkembang. Dari Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, sampai Kalimantan Selatan, tiga nama ini layak masuk radar kamu.
Larasati Moriska: Anak Perbatasan yang Bikin Suara Muda Makin Kedengeran
Kalau ngomongin senator muda, nama Larasati Moriska wajib masuk daftar. Politisi asal Kalimantan Utara ini resmi menjadi anggota DPD RI termuda periode 2024–2029. Sebuah pencapaian yang bikin banyak anak muda ikut bangga.
Sebagai wakil dari provinsi yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Larasati paham kalau daerah perbatasan punya tantangan yang beda dibanding daerah lain. Mulai dari akses pendidikan, pembangunan infrastruktur, sampai kesempatan perempuan untuk berkembang.
Makanya, sejak dipercaya duduk di DPD RI, Larasati banyak memberi perhatian pada isu pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan pembangunan daerah. Buatnya, daerah perbatasan nggak boleh cuma jadi halaman belakang Indonesia, tapi harus jadi beranda yang maju dan diperhatikan.
Kehadirannya juga membuktikan kalau usia muda bukan penghalang buat ikut menentukan arah kebijakan nasional. Justru, anak muda punya sudut pandang baru yang bisa melengkapi pengalaman para senior.
“Muda bukan alasan buat nggak bisa bikin perubahan.” Kalimat itu terasa pas menggambarkan perjalanan Larasati di Senayan.
Akbar Supratman: Anak Hukum yang Pilih Perjuangin Daerah
Dari Sulawesi Tengah, ada nama Akbar Supratman yang juga jadi salah satu wajah muda di DPD RI.
Berlatar belakang sebagai lulusan Fakultas Hukum, Akbar melihat pembangunan daerah nggak cukup cuma lewat wacana. Harus ada regulasi yang berpihak pada masyarakat dan mampu membuka peluang ekonomi yang lebih luas.
Karena itu, ia banyak menaruh perhatian pada pembangunan daerah, peningkatan ekonomi masyarakat, investasi, dan kesejahteraan warga Sulawesi Tengah.
Menurut Akbar, daerah nggak boleh cuma datang ke Jakarta saat butuh anggaran. Aspirasi masyarakat harus terus dikawal supaya benar-benar masuk dalam proses penyusunan kebijakan nasional.
Semangat itulah yang ia bawa selama menjadi senator muda. Bukan sekadar hadir di Senayan, tapi memastikan daerahnya benar-benar mendapat perhatian.
“Suara daerah harus jadi prioritas, bukan formalitas.”
Muhammad Hidayattollah: Umur 25 Tahun, Tapi Udah Dipercaya Pimpin Alat Kelengkapan DPD
Kalau ada kisah yang bikin banyak anak muda bilang, “Ternyata bisa ya?”, mungkin cerita Muhammad Hidayattollah salah satunya.
Perwakilan Kalimantan Selatan ini terpilih menjadi anggota DPD RI saat usianya sekitar 25 tahun, menjadikannya salah satu senator termuda periode 2024–2029.
Bukan cuma muda, modal politiknya juga kuat. Berdasarkan penetapan hasil Pemilu oleh KPU, Hidayattollah berhasil mengumpulkan 314.979 suara, menjadikannya peraih suara terbanyak kedua di Kalimantan Selatan sekaligus berhasil mengungguli sejumlah petahana.
Kepercayaan terhadapnya juga terlihat di internal DPD RI. Ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Panitia Perancang Undang-Undang (PPUU) DPD RI, salah satu alat kelengkapan strategis yang membahas dan merancang usulan regulasi dari DPD RI.
Perjalanan Hidayattollah menunjukkan kalau anak muda bukan cuma bisa ikut kompetisi politik, tapi juga bisa mendapat kepercayaan mengemban tanggung jawab besar.
Seperti semangat yang ia bawa, “Anak muda juga bisa duduk di Senayan, asal mau kerja buat daerah.”
Penutup
Masuknya Larasati Moriska, Akbar Supratman, dan Muhammad Hidayattollah ke DPD RI menunjukkan kalau parlemen daerah mulai diisi lebih banyak wajah muda dengan latar belakang dan gagasan yang beragam.
Pengalaman memang penting. Tapi energi, keberanian, dan cara pandang baru juga dibutuhkan supaya aspirasi masyarakat bisa terus berkembang mengikuti zaman.
Sekarang giliran kamu. Menurutmu, makin banyak anak muda di DPD RI bikin politik makin segar, atau pengalaman tetap jadi yang utama?
