ManusiaSenayan.id Gengs, Indonesia baru aja ngerayain ulang tahun ke-80. Kalau manusia udah sepuh banget, tapi buat negara justru makin matang. Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin, bilang momen ini bukan cuma soal upacara dan lomba tarik tambang, tapi juga refleksi arah kita sebagai bangsa.

“Usia ke 80 tahun tidak hanya memiliki arti penting dan unik secara simbolik, namun menyimpan semangat politik kebangsaan yang luhur dan kuat dari pemimpin Nasional saat ini. Kita patut bersyukur, Presiden Prabowo Subianto memiliki keinginan politik untuk menempatkan kembali arah dan tujuan bernegara sesuai dengan nafas konstitusi dan pembukaan UUD 1945,” ujar Sultan saat peringatan HUT RI ke-80 di Istana Negara, Jakarta.

Menurutnya, tema HUT RI ke-80 “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” bukan sekadar slogan. Presiden Prabowo, kata Sultan, lewat pidato dan kebijakan ekonomi, udah nunjukin konsistensi dengan pasal 33 UUD 1945. Fokusnya? Ketahanan pangan, energi, hilirisasi mineral, konsolidasi aset BUMN lewat Danantara, pemberdayaan koperasi, sampai peningkatan SDM lewat program MBG dan Sekolah Rakyat.

“Semangat memajukan kesejahteraan umum melalui pembangunan ekonomi dan SDM unggul pemerintah, kemudian diperkuat dengan penegakan hukum yang tegas oleh presiden. Di samping itu, presiden juga aktif berpartisipasi dalam mendukung upaya mewujudkan Perdamaian dan ketertiban dunia dengan kemampuan diplomatik Presiden yang apik dan efektif,” tegasnya.

Sultan juga bilang, sejak awal Prabowo yang mantan Danjen Kopassus emang fokus melindungi bangsa, dari pertahanan pangan sampai kesejahteraan prajurit TNI. Makanya, DPD RI dukung penuh niat baik Prabowo yang tertuang dalam Asta Cita, sambil siap ngawal dan kasih evaluasi.

Jadi, HUT RI ke-80 ini intinya: ayo jangan cuma rame lomba, tapi inget lagi tujuan bernegara.