ManusiaSenayan.id – Kalau biasanya kita dengar cerita orang masuk DPR lewat jalur politik sejak muda, beda sama Andi Muzakkir Aqil, S.H., M.H. Sosok asal Pare-Pare, Sulawesi Selatan ini awalnya dikenal sebagai seorang advokat yang malang melintang di dunia hukum. Dari ruang sidang, ketemu kasus-kasus pelik, sampai membela kepentingan masyarakat kecil, Muzakkir udah kenyang pengalaman.
Sekarang, ia resmi duduk sebagai Anggota DPR RI Nomor 575 dari Fraksi Partai Demokrat, mewakili Sulawesi Selatan II. Lahir di Pare-Pare pada 20 Juni 1981, Muzakkir meniti jalan panjang sebelum akhirnya sampai ke Senayan.
Pendidikan:
Mulai dari TK 48 Pare-Pare, lanjut ke SDN 48 Pare-Pare, SMPN 4 Pare-Pare, hingga SMAN 1 Pare-Pare. Dunia hukumnya ditempa di Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia Makassar (2000–2007), lalu dilanjutkan ke Magister Hukum Universitas Jayabaya (2014–2016).
Organisasi & Aktivisme:
Jejak organisasinya nggak main-main. Pernah aktif di KNPI, Pemuda Pancasila Sulsel, sampai dipercaya sebagai Wakil Ketua Bidang Hukum KONI Pusat. Di ranah mahasiswa, ia sempat jadi Sekretaris Umum BLM FH UMI, lalu Ketua Umum HIPMI Pare (2006–2008), dan pengurus LKBHMI PB HMI. Belakangan, ia juga aktif di KAHMI dan IKA UMI Jabodetabek sebagai ketua umum.
Di DPR RI:
Muzakkir kini bertugas di Komisi III (yang urus hukum, HAM, dan keamanan) sekaligus jadi bagian dari Badan Anggaran DPR RI. Cocok banget sama background hukumnya yang tegas dan kritis.
Buat Muzakkir, politik bukan cuma soal kursi atau jabatan. Dari awal, dia percaya kalau suara rakyat harus diperjuangkan, dan itu nggak cukup cuma lewat ruang sidang. “Kalau mau perubahan yang lebih besar, ya harus ikut di meja pengambil keputusan,” begitu kira-kira semangatnya.
Sekarang, ia bukan lagi hanya membela satu-dua klien di ruang sidang, tapi jutaan rakyat Indonesia lewat kursinya di Senayan. Dari Pare-Pare untuk Indonesia, Muzakkir nunjukin kalau jalur profesional + pengalaman organisasi bisa jadi tiket buat bener-bener mengabdi.
