Manusiasenayan.id – Aksi kekerasan terhadap aktivis kembali jadi sorotan. Komisi III DPR RI langsung bereaksi keras setelah aktivis KontraS, Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di Jakarta Pusat.

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menegaskan pihaknya sudah bergerak cepat dengan menghubungi Kapolda Metro Jaya. Ia meminta kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelaku yang bertanggung jawab atas serangan brutal tersebut.

Menurut Habiburokhman, tindakan kekerasan seperti ini tidak boleh dianggap sepele. Negara harus memastikan keamanan setiap warga negara, termasuk para aktivis yang selama ini aktif menyuarakan isu-isu hak asasi manusia.

“Terhadap Andrie Yunus juga harus dilakukan pengawalan maksimal agar beliau benar-benar aman dari ancaman kekerasan susulan,” ujar Habiburokhman dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (13/3/2026).

Politisi Fraksi Partai Gerindra itu juga menegaskan bahwa segala bentuk perbedaan pendapat tidak boleh diselesaikan dengan cara kekerasan atau aksi premanisme. Dalam negara demokrasi, setiap orang memiliki hak untuk menyampaikan pandangan tanpa takut mendapat ancaman.

Ia pun mengingatkan bahwa Pasal 28G UUD 1945 secara tegas menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh perlindungan diri, rasa aman, dan bebas dari ancaman kekerasan.

“Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi,” tegasnya.

Karena itu, Komisi III DPR RI memastikan akan terus mengawal proses hukum agar penyidikan berjalan cepat, transparan, dan profesional. Selain itu, Habiburokhman juga meminta negara turut hadir membantu korban.

Ia meminta pemerintah memastikan biaya pengobatan terbaik untuk Andrie Yunus agar proses pemulihannya bisa berjalan maksimal.

“Kami minta negara menanggung penuh biaya pengobatan agar beliau bisa segera pulih kembali,” ujarnya.

Seperti diketahui, Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh dua orang tak dikenal pada Kamis (12/3) malam di kawasan Jakarta Pusat.

Menurut Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya, insiden terjadi setelah Andrie menghadiri acara siniar bertema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” yang digelar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) sekitar pukul 23.00 WIB.

Tak lama setelah kejadian, Andrie langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen di sejumlah bagian tubuh, termasuk tangan, wajah, dada, dan mata.

Dimas menjelaskan pelaku berjumlah dua orang yang datang menggunakan satu sepeda motor. Keduanya diduga menggunakan motor Honda Beat keluaran 2016–2021.

“Pelaku terdiri dari dua orang laki-laki. Satu orang sebagai pengemudi dan satu lainnya sebagai penumpang yang melakukan penyiraman,” jelasnya.

Salah satu pelaku diketahui mengenakan pakaian kombinasi putih-biru dengan celana gelap, sementara pelaku lainnya memakai masker penutup wajah berwarna hitam, kaos biru tua, dan celana panjang biru yang digulung.

Serangan itu terjadi begitu cepat. Salah satu pelaku langsung menyiramkan air keras ke arah Andrie hingga mengenai beberapa bagian tubuhnya. Korban pun langsung berteriak kesakitan dan terjatuh dari motornya akibat serangan tersebut.

Kini publik menunggu langkah cepat aparat penegak hukum untuk mengungkap pelaku dan motif di balik aksi kekerasan ini.