Manusiasenayan.id – Kalau selama ini politik sering dianggap sebagai dunia yang “isinya orang tua semua”, tiga nama ini bisa bikin anggapan itu sedikit berubah. Cindy Monica Salsabila Setiawan, Muhammad Rohid, dan Andi Amar Ma’ruf Sulaiman sama-sama masuk Senayan ketika usia mereka masih 20-an. Bedanya, mereka datang dengan latar dan fokus yang nggak sama. Ada yang berangkat dari dunia bisnis, ada yang langsung bersentuhan dengan isu energi dan lingkungan, sampai yang kini ikut mengawal urusan hukum.
Mereka bukan cuma soal umur muda. Kiprah mereka di parlemen juga mulai terlihat lewat isu yang dibawa masing-masing. Nah, siapa saja mereka?
Cindy Monica Salsabila Setiawan — Dari Dunia Bisnis ke Senayan
Kenalan dulu sama Cindy Monica. Legislator Fraksi NasDem dari Dapil Sumatera Barat II ini masuk Senayan setelah meraih 97.677 suara pada Pemilu 2024. Saat dilantik, Cindy termasuk tiga anggota DPR RI termuda periode 2024–2029.
Sebelum sibuk dengan rapat dan urusan parlemen, Cindy sudah lebih dulu mencicipi dunia profesional. Profil Fraksi NasDem mencatat ia pernah menjadi manajer pemasaran dan manajer keuangan, sebelum dipercaya menjadi direktur utama di sejumlah perusahaan sejak 2021. Ia juga merupakan lulusan Universitas Andalas.
Sekarang, Cindy duduk di Komisi I DPR RI. Artinya, isu yang ia hadapi nggak jauh-jauh dari pertahanan, luar negeri, komunikasi, dan informatika. Salah satu kiprahnya pada 2026 terlihat ketika ia ikut menguji calon anggota KPI dan menyoroti perlunya regulasi yang mampu mengikuti perubahan dunia digital.
Jadi, perjalanan Cindy cukup unik: dari mengurus bisnis, sekarang ikut mengurus kebijakan publik.
Masih muda, tapi pengalaman kerjanya sudah dibawa masuk ke Senayan.
Muhammad Rohid — Anak Muda yang Ikut Ngawal Energi
Nama Muhammad Rohid juga masuk radar sejak pelantikan DPR 2024. Saat itu, Rohid berusia 24 tahun dan tercatat sebagai salah satu dari tiga anggota DPR RI termuda periode 2024–2029. Ia terpilih dari Dapil Riau II dengan 55.219 suara.
Kini Rohid duduk di Komisi XII DPR RI dari Fraksi Gerindra. Komisi ini membawa dirinya ke isu yang cukup berat, mulai dari energi, sumber daya alam, sampai lingkungan hidup.
Menariknya, Rohid juga sudah ikut menyampaikan gagasan tentang green mining dan green economy dalam pembahasan bersama sektor pertambangan. Dalam pengawasan lingkungan, ia juga pernah mempertanyakan efektivitas pengawasan terhadap perusahaan yang diduga melakukan pelanggaran lingkungan.
Jadi meski masih muda, topik yang dibahas Rohid bukan perkara receh. Energi dan lingkungan adalah isu yang bakal ikut menentukan wajah Indonesia ke depan.
Masih 20-an, tapi sudah ikut ngobrolin masa depan energi Indonesia.
Andi Amar Ma’ruf Sulaiman — Dari Bisnis, Nyemplung ke Dunia Hukum
Kalau ngomongin perolehan suara, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman punya angka yang nggak kaleng-kaleng. Pada Pemilu 2024, ia berhasil melenggang ke Senayan dari Dapil Sulawesi Selatan II dengan 187.919 suara.
Amar merupakan anggota Fraksi Gerindra dan kini duduk di Komisi III DPR RI, komisi yang banyak bersentuhan dengan urusan hukum dan penegakan hukum. Pada 2026, misalnya, ia ikut menyoroti penerapan KUHP dan KUHAP baru agar aturan tersebut nggak berhenti sebagai teori, tetapi benar-benar bisa dirasakan masyarakat.
Latar belakangnya juga cukup komplet. Profil resmi MPR mencatat Amar pernah menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, Business Management di University of Queensland, lalu Fakultas Ilmu Hukum Universitas Hasanuddin. Ia juga punya pengalaman sebagai komisaris, pemilik usaha, hingga direktur utama sejumlah perusahaan.
Jadi, Amar membawa pengalaman dunia usaha dan pendidikan lintas bidang ke ruang parlemen. Sekarang, fokusnya bergeser ke persoalan hukum yang dampaknya langsung terasa di masyarakat.
Dari dunia bisnis, sekarang ikut ngurus urusan hukum negara.
